Tiga Dekade Indonesia Rendezvous di Bali: Memperkuat Kolaborasi dan Ketahanan Industri Asuransi Global

Melalui tiga dekade penyelenggaraan Indonesia Rendezvous, AAUI berharap forum ini dapat terus berkontribusi dalam memperkuat jejaring bisnis, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta mendukung terciptanya industri asuransi dan reasuransi yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika risiko global

14 Oktober 2026, 17:05 WIB

Nusa Dua -Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) kembali menggelar forum tahunan industri asuransi dan reasuransi berskala internasional, Indonesia Rendezvous, di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali, pada 12 hingga 15 Oktober 2026. Penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak sejarah lantaran menandai tiga dekade (30 tahun) berjalannya forum strategis tersebut.

Mengusung tema “Building Confidence: Driving Sustainable Growth and Resilience in the Insurance & Reinsurance Landscape”, ajang ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari para pelaku industri dunia.

Tercatat sebanyak 873 peserta dari 22 negara hadir dalam perhelatan ini, melampaui capaian tahun sebelumnya yang diikuti oleh 20 negara.

Dukungan ekosistem industri juga terlihat dari keterlibatan 27 sponsor dalam dan luar negeri, 14 hospitality suites, serta 34 exhibition booth.

Rangkaian acara diawali dengan Welcome Dinner pada Senin malam (12/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menegaskan  perjalanan tiga dekade Indonesia Rendezvous merupakan momentum penting untuk memperkuat konektivitas serta posisi industri perasuransian nasional di kancah global.

  1. “Melalui tiga dekade penyelenggaraan Indonesia Rendezvous, AAUI berharap forum ini dapat terus berkontribusi dalam memperkuat jejaring bisnis, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta mendukung terciptanya industri asuransi dan reasuransi yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika risiko global,” ujar Budi Herawan.

Momentum pembukaan tersebut turut dihadiri oleh jajaran regulator dan pejabat pemerintahan. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, menyampaikan arahan strategis terkait pentingnya penguatan regulasi berbasis risiko serta ketahanan finansial industri.

Selain itu, hadir pula Menko Polhukam RI 2024, Marsekal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, bersama perwakilan industri reasuransi global seperti Michael Hauer dari Munich Re dan perwakilan IPR.

Malam selamat datang tersebut juga diwarnai dengan seremoni penganugerahan Lifetime Achievement Pinning sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para tokoh yang berjasa besar dalam perkembangan industri asuransi umum dan reasuransi tanah air.

Konferensi utama yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 membedah berbagai tantangan makro dan risiko global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, tekanan ekonomi makro, perubahan iklim (protection gap), ancaman siber, transformasi kecerdasan buatan (AI), transisi kendaraan listrik, hingga skema Program Penjaminan Polis dan koordinasi manfaat pembiayaan kesehatan.

Melalui ruang dialog seperti Executive Gathering, pameran, serta business matching, Indonesia Rendezvous 2026 diharapkan dapat terus menjadi platform strategis dalam memperluas jejaring, mendorong transfer pengetahuan, dan membuka peluang kemitraan bisnis internasional yang berkelanjutan.***

Berita Lainnya

Terkini