Ubah Mental Budak, Megawati Butuh 20 Orang Seperti Dirinya

12 April 2015, 08:19 WIB

Mega%2Bdi%2BKongres%2Bkeempat

Kabarnusa.com – Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyatakan jika saja ada 20 orang seperti dirinya di Indonesia maka masalah sikap mental rendah diri layaknya budak yang menggiring pada jurang kemiskinan di Tanah Air akan dikikis habis agar bangsa ini bisa maju.

Saat memberikan pidato pada penutupan Kongres IV PDIP di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Mega selama lebih dari 40 menit menyampaikan banyak hal termasuk melakukan otokritik terhadap sikap mental masyatakat Indonesia yang membuatnya tidak bisa maju dan harus dibenahi.

Jika menilik sejarah Kerajaan Majapahit di mana seluruh istanamanya bertahtakan emas dan perak, kata Mega, itu menandakan betapa Indonesia sejatinya kaya raya. Rakyatnya dikatakan hidup kecukupan serba ‘gemah ripah loh jinawi’.

“Artinya apa, kita kaya banget, makanan banyak, lalu saya bilang gimana sekarang kelaparan ya, coba,” tanya Mega Sabtu 11 April 2015.

Menurutnya, itu disebabkan karena rakyatnya, masing-masing menjadi malas. Tidak mau saling bantu sehingga sepertinya tidak ada makanan, padahal makanan tersedia cukup banyak.

Dia juga mengkritik sikap mental ibu-ibu yang lebih suka memberi makanan instan cepat saji yang banyak mengandung bahan kimia berbahaya. Mega mengaku sempat diprotes pengusaha makanan karena dengan penyataan itu akan merugikan mereka.

“Ya saya bilang, makanya kamu bikin makanan yang sehat, berikan yang bagus-bagus jangan berikan makanan yang mengandung kimia tak karuan,” tandasnya.

Selain makanan, yang perlu ditularkan ke masyarakat adalah bagaimana mereka bisa menjadi pintar dan cerdas.

Karenanya, Mega marah jika masih mendengara ada orang yang mengatakan miskin dan hanya makan ikan asin.

“Apa jeleknya ikan asin, saya makan ikan asin, sebenarnya kita yang membuat mereka menjadi rendah diri,” tandasnya.

Kata Mega, bangsa inilah yang sebenarnya membuat seperti mental zaman perbudakan sehingga itu menghambat Indonesia bisa maju.

“Kalau melihat itu saya gemes sekali, bahkan saya bilang kepada Allah, kalau saja ada 20 orang seperti saya, bukan karena sombong, suruh mereka bicara bahwa kalian bukanlah bukan budak-budak seperti saat dijajah 350 tahun lalu,” tandas mantan Presiden RI itu.

Artikel Lainnya

Terkini