UMKM Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah, Amerta: Perbaiki Basis Data Pelaku Usaha

15 November 2020, 17:00 WIB

Calon Wali Kota Gede Ngurah Ambara Putra saat bertemu pengurus dan
relawan Partai Golkar Denpasar Barat (Denbar) mendatangi langsung Rumah
Pemenangan AMERTA di Jalan Tulip Denpasar, Minggu (15/11/2020)/ist

Denpasar – Pelaku usaha khususnya UMKM di Kota Denpasar belum
seluruhnya terdata dengan baik sehingga masih banyak yang belum mendapatkan
sentuhan atau perhatian pemerintah.

Calon Wali Kota nomor urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra menyampaikan hal itu
saat bertemu pengurus dan relawan Partai Golkar Denpasar Barat (Denbar)
mendatangi langsung Rumah Pemenangan AMERTA di Jalan Tulip Denpasar, Minggu
(15/11/2020).

Menurut Ambara, pelaku UMKM perlu perhatian pemerintah agar tetap bisa
bertahan saat pandemi Covid-19. Dari pertemuan atau kunjungan ke pelaku UMKM,
pihaknya mendapatkan fakta dan keluhan mereka yang merasa tidak diperhatikan
pemerintah.

“Banyak kegiatan di pasar, festival-festival UMKM, semua mengatakan tidak
diperhatikan pemerintah,” kata Ambara yang berpasangan dengan Made Kertha
Negara yang dipopulerkan dengan nama Amerta.

“Kondisi itu terjadi karena tidak tersedianya data yang lengkap tentang
kegiatan usaha pelaku pelaku usaha di Kota Denpasar,” ujarnya dalam pertemuan
yang dihadiri Wayan Duaja yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD
Denpasar.

Karena itu, kelak jika dipercaya masyarakat Kota Denpasar, maka pihaknya akan
memastikan ketersediaan database setiap warga, pelaku usaha sehingga nantinya
bisa menjadi dasar pemerintah dalam penyusunan program dan bantuan seperti
stimulus dan lainnya.

Pada pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan itu,
untuk memberikan dan membuka ruang komunikasi megenai kondisi di lapangan
sehingga dapat diserap oleh Paslon AMERTA dan mitra koalisi demi perubahan
Kota Denpasar.

Dalam kesempatan itu, Ambara juga menyampaikan visi misi Amerta dalam
membangun Kota Denpasar ke depan yang tertuang dalam Denpasar Berseri,
Berbudaya dan Smart City.

Pada bagian lain, dari survei yang didapatkan, kata Ambara saat ini baru 23%
pemilih di Denpasar yang sudah menentukan pilihan.

Ada sekitar 77% sisanya belum menentukan pilihan, dan bahkan belum mengetahui
siapa Paslon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar yang akan dipilihnya pada
Pilwali Kota Denpasar pada 9 Desember 2020.

Ambara juga menyampaikan sampai saat ini, menurut survei Partai Golkar, Paslon
Amerta sudah memperoleh suara pendukung mencapai 53% yang sudah dirasakan mau
memilih Paslon Nomor Urut 2 untuk Perubahan.

Diketahui program unggulan Amerta diantara lain memberikan santunan kelahiran
Rp 1 juta, santunan kematian Rp 10 juta, insentif kepada pengurus/prajuru
Banjar Rp 30 juta per tahun, dana kreatifitas Sekaa Teruna Rp 25 juta per
tahun, dana bantuan program PKK Rp 5 juta per tahun, bantuan kepada Dadia Rp 5
juta per tahun dan pendidikan serta kesehatan gratis untuk pekerja non formal
(pemuka agama, buruh, nelayan, pedagang, petani). (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini