Wagub Cok Tegaskan Masyarakat Bali Miliki Kesadaran Tinggi Patuhi Prokes

27 Oktober 2020, 06:55 WIB

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati/ist

Denpasar – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang
juga Ketua tim percepatan penanganan dampak dan pemulihan ekonomi akibat
COVID-19 Provinsi Bali mengatakan hingga saat ini masyarakat Bali memiliki
kesadaran yang tinggi dalam mematuhi protokol kesehatan.

Kesadaran mengikuti protokol kesehatan untuk menggunakan masker dan menerapkan
protokol kesehatan, sehingga tingkat penularan dapat dikendalikan.

Cok Ace, sapaan Wagub Bali, terus mengajak masyarakat secara luas baik warga
Bali dan juga wisatawan yang berkunjung untuk tetap mengikuti protokol
kesehatan yang berlaku.

Apalagi saat libur panjang yang akan datang. Hal ini disampaikannya saat
wawancara di ruangannya, Senin (26/10/2020).

Pemerintah Provinsi Bali dan sejumlah industri pariwisata di Bali wajib
menyiapkan fasilitas protokol kesehatan (prokes) baik itu wastafel untuk
mencuci tangan dan sabun.

Juga, menyiapkan hand sanitizer dan penggunaan masker serta jaga jarak untuk
menyambut kunjungan wisatawan yang datang.

“Penerapan menjaga jarak juga wajib diutamakan saat berada di salah satu obyek
daya tarik wisata, karena kerumunan menjadi indikasi penyebaran dan munculnya
kluster baru,” ujarnya.

Guna meminimalisir peningkatan jumlah pasien positif Covid-19, Pemerintah
terus berupaya mengedukasi masyarakat luas untuk patuh dan sadar akan
pentingnya menerapkan protokol kesehatan (khususnya 3M yakni senantiasa
mengunakan masker dengan benar, menjaga jarak hindari kerumunan, dan mencuci
tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan dalam setiap kegiatan
pendidikan).

Ditegaskannya, hingga saat ini masyarakat Bali memiliki kesadaran yang tinggi
untuk menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, sehingga tingkat
penularan dapat dikendalikan.

“Jika ada seseorang yang melihat warga yang lupa menggunakan masker maka kita
wajib ikut mengingatkan dan memberikannya masker untuk digunakan, agar antar
warga mampu untuk saling menjaga dan melindungi,”Cok Ace menambahkan.

Pembentukan tim percepatan penanganan dampak dan pemulihan ekonomi akibat dari
Covid-19 sesuai SK Gubernur Bali Nomor 274 tahun 2020 ini dipandang mendesak
karena COVID-19 telah menimbulkan dampak sosial, pariwisata, dan ekonomi yang
harus segera diatasi untuk memulihkan kehidupan dan penghidupan masyarakat.

Semuanya untuk mewujudkan keharmonisan alam, krama, dan budaya Bali sesuai
visi Pembangunan Daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola
Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Ditambahkannya bantuan hibah yang di berikan pusat sebesar Rp1,2
triliuun diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga mengembalikan
daya jual beli di tengah masyarakat umum. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini