Awas Bahaya Blind Spot, Kenali Tips Aman Berhenti di Pinggir Jalan Berikut Ini

Astra Motor Bali selaku Main Dealer sepeda motor Honda di wilayah Bali dan bagian dari PT Astra International Tbk, terus menggencarkan edukasi melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman.

29 Juli 2026, 11:27 WIB

Denpasar – Keselamatan berkendara sering kali diasumsikan hanya penting saat sepeda motor sedang melaju kencang di jalan raya.

Padahal, aktivitas yang terlihat sepele seperti berhenti di pinggir jalan juga menyimpan potensi bahaya jika dilakukan sembarangan.

Mulai dari risiko tertabrak kendaraan lain hingga terjebak di area blind spot (titik buta), kelalaian kecil saat menepi bisa berujung pada kecelakaan fatal.

Menyadari hal tersebut, Astra Motor Bali selaku Main Dealer sepeda motor Honda di wilayah Bali dan bagian dari PT Astra International Tbk, terus menggencarkan edukasi melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman.

Kali ini, mereka membagikan panduan praktis agar pengendara senantiasa terlindungi dari berbagai potensi bahaya saat memutuskan untuk menepi.

Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menegaskan  kebiasaan sederhana saat berhenti di pinggir jalan memberikan pengaruh besar terhadap keselamatan di jalan raya.

Menurutnya, banyak pengendara memandang remeh proses berhenti, padahal potensi kecelakaan tetap mengintai jika situasi sekitar diabaikan. Oleh karena itu, prinsip #Cari_Aman wajib diterapkan secara konsisten dalam setiap kondisi, termasuk saat ingin berhenti sejenak.

Agar aktivitas menepi Anda berjalan aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, berikut adalah rangkuman tips aman berhenti di pinggir jalan yang dibagikan oleh Astra Motor Bali:

Pilih Lokasi yang Tepat dan Aman: Carilah area menepi yang jauh dari keramaian dan pastikan tidak mengganggu arus lalu lintas yang sedang berjalan.

Hindari pula kebiasaan berhenti terlalu dekat dengan mobil yang sedang parkir, sebab posisi ini sangat berpotensi menciptakan blind spot bagi pengendara lain dari arah belakang.

Utamakan Kaki Kiri Saat Turun: Ketika hendak turun dari sepeda motor,biasakan mendahulukan kaki kiri.

Langkah ini bertujuan untuk melindungi kaki kanan Anda dari risiko terlindas oleh kendaraan dari arah belakang atau tersambar kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.

Gunakan Satu Kaki sebagai Tumpuan: Saat berhenti dalam waktu singkat, usahakan hanya satu kaki saja yang menapak ke tanah. Posisi ini terbukti jauh lebih stabil dalam menopang keseimbangan sepeda motor dibandingkan menurunkan kedua kaki secara bersamaan.

Lakukan Pengecekan Keselamatan (Safety Check): Sebelum memutuskan untuk kembali masuk ke jalur lalu lintas dan melanjutkan perjalanan, selalu sempatkan diri menoleh ke belakang guna memastikan situasi benar-benar aman dari kendaraan lain.

Yosepth juga mengingatkan budaya berkendara yang aman harus menjadi bagian dari gaya hidup pengendara sepanjang perjalanan. Hal ini mencakup seluruh rangkaian aktivitas, mulai dari persiapan sebelum berangkat, dinamika saat berkendara di jalan, hingga proses berhenti dan kembali melaju.

Melalui edukasi berkelanjutan ini, Astra Motor Bali menaruh harapan besar agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya perilaku berlalu lintas yang bertanggung jawab.

Dengan menanamkan semangat #Cari_Aman di setiap perjalanan, angka kecelakaan lalu lintas di Bali dapat ditekan sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi semua pihak.***

Berita Lainnya

Terkini