Yogyakarta-Perhelatan akbar tahunan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 akan hadir dengan format yang jauh lebih meriah dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta.
Jika pada penyelenggaraan dekade sebelumnya puncak acara terpusat di kawasan Tugu Yogyakarta, tahun ini kemeriahan dipindahkan ke sepanjang Jalan Malioboro dengan titik akhir di kawasan Titik Nol Kilometer.
Transformasi besar ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati. Menurutnya, perubahan lokasi dan konsep ini merupakan langkah strategis agar gaung perayaan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat luas serta sektor pariwisata.
Jika sebelumnya WJNC hanya berlangsung dalam durasi satu hari pada tanggal 7 Oktober saja, tahun ini dikemas menjadi festival akbar selama sepekan penuh mulai 1 hingga 7 Oktober 2026.
WJNC itu selama 10 tahun menjadi puncak Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta. Yang tahun ini, tahun 2026 ini dengan tema Ganakalajaya.
”Nah, kalau sebelum itu kan WJNC hanya tanggal 7 Oktober saja sebagai puncak kegiatan HUT Kota. Tetapi didawuhkan oleh kami di Dinas Pariwisata, WJNC itu menjadi WJNC Festival dari tanggal 1 sampai tanggal 7. Jadi serangkaian WJNC ini ada sport tourism, ada UMKM, ada pentas musik dan seni budayanya,” ujar Daning saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, pada Kamis (13/8/2026).
Lebih lanjut, Daning menjelaskan, meskipun rangkaian kemeriahan HUT Kota Yogyakarta secara keseluruhan berlangsung selama satu bulan penuh sepanjang Oktober, khusus untuk gelaran WJNC Festival dipusatkan dalam durasi satu pekan tersebut melalui kolaborasi erat bersama berbagai pihak strategis.
“Kalau WJNC sepekan. Jadi serangkaian dari tanggal 1 sampai 7. Tapi Hari Ulang Tahun Kota Yogya-nya di higher itu dari tanggal 1 Oktober sampai tanggal 31 Oktober. Kita Pemkot berkoordinasi dan bekerjasama membuka ruang-ruang dengan berbagai pihak, termasuk tadi dengan Kadin DIY dan Kadin Kota,” jelas Daning.
Pada malam puncak perayaan tanggal 7 Oktober mendatang, parade budaya dipastikan akan menyuguhkan atraksi memukau yang melibatkan partisipasi aktif dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta, serta keikutsertaan delegasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Istimewanya lagi, perhelatan WJNC 2026 ini juga akan dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah negara sahabat atas dukungan penuh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
“Yang dulunya itu di Tugu, sekarang dipindah ke sepanjang Malioboro dan performance-nya nanti di Titik Nol dengan didukung sama oleh 14 kemantren dan beberapa daerah yang akan mengusung tema dari masing-masing daerah, dan mereka sudah konfirmasi banyak,” ungkap Daning.
“Dan untuk WJNC tahun 2026 ini, sebagai puncak Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta, itu beberapa negara juga akan hadir untuk memeriahkan dan didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” sambung Daning.
Melalui perhelatan yang masuk dalam Calendar of Event Pemkot Yogyakarta ini, Dinas Pariwisata menargetkan kunjungan hingga 10.000 wisatawan. Kendati demikian, Daning menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan acara bukan sekadar jumlah kunjungan semata, melainkan dampak ekonomi nyata (multiplier effect) yang dapat dinikmati langsung oleh warga setempat.
“Targetnya 10.000 wisatawan. Dan yang paling penting adalah ketika WJNC itu kan sudah menjadi Calendar of Event Pemerintah Kota Yogyakarta di Dinas Pariwisata, itu harus berdampak tidak hanya untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), pasti juga ada spending money-nya yang akan lebih bertambah, dan pergerakan wisatawan juga harus lebih banyak,” jelas Daning.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga berkomitmen penuh agar warga lokal tidak sekadar menjadi penonton di tanah kelahiran mereka sendiri. Pelibatan aktif masyarakat diwujudkan melalui festival kerakyatan dan bazar UMKM di seluruh wilayah kemantren.
“Jangan sampai Hari Ulang Tahun yang ke-270 ini warga masyarakat lokal Kota Yogyakarta hanya sebagai penonton. Oleh karena itu, digerakkan ada festival di 14 kemantren itu dengan festival UMKM-nya, dan kami juga akan menggandeng dengan berbagai stakeholder gitu, termasuk yang salah satunya di WJNC Fest menika,” pungkas Daning.***

