Probolinggo – Suasana haru dan khidmat menyelimuti kawasan Cikasur, Gunung Argopuro, Jawa Timur saat puluhan pendaki dari berbagai rombongan berkumpul untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai bekas lapangan terbang militer peninggalan masa kolonial Belanda tersebut menjadi saksi bisu kecintaan generasi muda terhadap tanah air.
Pelaksanaan upacara di alam terbuka ini tidak hanya berpusat di satu titik. Menurut koordinator giat upacara, Diki (24), rangkaian pengibaran bendera Merah Putih sengaja disebar di beberapa lokasi strategis demi menjaga kekhidmatan dan menghindari penumpukan massa di satu area pendakian.
“Pagi ini kita membuat agenda untuk Peringatan 17 Agustus di Cikasur ya bersama teman-teman, kebetulan yang di sini beberapa rombongan dan di Cikasur tidak terlalu banyak orang. Jadi memang per lokasi nanti kita bikin acara, mungkin di Sabana Lonceng sama di Danau Taman Hidup juga,” ujar Diki saat ditemui di sela-sela persiapan upacara pada Senin (17/8/2026) pagi.
Di balik semaraknya perayaan kemerdekaan di ketinggian, momentum ini juga dimanfaatkan para pendaki untuk menyuarakan aspirasi sosial mereka.
Diki secara terbuka mengungkapkan harapannya agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan lapangan pekerjaan bagi generasi muda.
Baginya, kepastian mendapatkan pekerjaan jauh lebih mendesak ketimbang sekadar kenaikan standar upah minimum semata saat ini.
“Kalau secara kami ya, negara kita lebih baik, lebih baik, lebih baik lagi dan harapan kita beliau-beliau yang di sana lebih memperhatikan dan lebih paham,” ungkapnya.
“Yang jelas lebih banyak membuka untuk lowongan pekerjaan, seperti itu sih kalau saya. UMR atau pendapatan itu mungkin bisa sambil berjalan, tapi yang jelas [lapangan kerja] itu,” tegas Diki menambahkan.
Sementara itu, pendaki lainnya bernama Fahmi (26) juga membagikan pandangannya mengenai alasan di balik keikutsertaan mereka dalam upacara di jalur pendakian yang cukup menantang ini.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut murni didasari oleh rasa syukur yang mendalam serta wujud penghormatan tulus kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.
“Tidak ada filosofi yang kita tuju ya, karena kita warga negara Indonesia yang berterima kasih banyak kepada negara yang sangat luar biasa ini. Karena dari itu kita mengadakan upacara di sini di Gunung Argopuro seperti itu, karena kita warga negara yang sangat berterima kasih kepada para pejuang,” pungkas Fahmi dengan penuh penghayatan.***

