Berita Duka: Seniman Senior Yogyakarta Susilo Nugroho ‘Den Baguse Ngarso’ Tutup Usia

Kepergian Den Baguse Ngarso seniman kelahiran Yogyakarta, 5 Januari 1959 ini meninggalkan kesan mendalam serta rasa kehilangan yang besar bagi kerabat, sesama seniman, dan masyarakat luas.

22 September 2026, 12:49 WIB

Yogyakarta – Dunia seni dan budaya Indonesia, khususnya Yogyakarta, kembali berduka. Aktor sekaligus budayawan senior Susilo Nugroho, yang sangat dikenal luas melalui karakter ikoniknya sebagai Den Baguse Ngarso, berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa pada Senin, 21 September 2026 pukul 17.30 WIB dalam usia 67 tahun.

Kepergian seniman kelahiran Yogyakarta, 5 Januari 1959, ini meninggalkan kesan mendalam serta rasa kehilangan yang besar bagi kerabat, sesama seniman, dan masyarakat luas.

Kabar duka ini pertama kali beredar luas di media sosial setelah budayawan senior Butet Kartaredjasa mengunggah ucapan belasungkawa melalui akun Facebook pribadinya.

“Sumangga Gusti (Susilo Nugroho/Den Baguse Ngarso/Teater Gandrik),” tulis Butet dalam unggahannya.

Ketua RW 10 Mantrijeron sekaligus tenaga kesehatan dan teman masa kecil almarhum, Eko Teguh, membeberkan kronologi penemuan jenazah Den Baguse Ngarso di kediamannya yang berada di wilayah Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Almarhum pertama kalinya ditemukan tidak bernyawa di teras samping rumah pada Senin sore.

“Tadi jam 5 sore (17.00 WIB) saya dipanggil Pak RT, itu dari pagi tidur ndak bangun-bangun. Coba kenapa? Terus saya lihat lho, kok udah dingin semua,” ungkap Eko Teguh saat ditemui di lokasi pada Senin malam.

Eko menjelaskan, saat ditemukan, almarhum tidur dalam posisi tengkurap di atas tikar teras rumah. Berdasarkan pemeriksaan awal, tubuh almarhum sudah terasa dingin dan diperkirakan telah mengembuskan napas terakhir sejak malam sebelumnya.

Keterangan tersebut diperkuat oleh saksi mata lain yang sempat berinteraksi dengan almarhum sehari sebelumnya. Menurut Eko, almarhum sempat mengeluhkan nyeri pada bagian dada yang diduga kuat berkaitan dengan gangguan jantung.

“Tadi malam itu Pak Dayat diajak Mbak Mi sama beliau. Dia tahu persis, udah nyeri dada, udah kumat tadi malam. Ya ini jelas jantung, tapi tidak dirasakan,” tambah Eko.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat ramah, familier, humoris, serta memiliki gaya hidup sederhana yang kerap menikmati suasana hangat bersama warga di angkringan sekitar. Guna memastikan penyebab pasti kematiannya, jenazah sempat dilarikan ke RS Bethesda Yogyakarta.

Rekam Jejak dan Dedikasi di Dunia Seni

Susilo Nugroho merupakan figur penting dalam lanskap seni peran Indonesia. Sebelum membidani lahirnya Teater Gandrik, ia telah merintis jalan di dunia teater sejak 1977 melalui Teater Kita-Kita asuhan Meritz Hindra serta Teater Apa Yogyakarta. Lulusan Pendidikan Ekonomi IKIP Sanata Dharma ini juga sempat mendedikasikan dirinya sebagai seorang pendidik, pelawak, hingga pemain ketoprak tradisional.

Namanya melonjak ke panggung nasional pada era 1990-an lewat serial drama komedi satir Mbangun Desa di TVRI Yogyakarta. Karakter Den Baguse Ngarso—seorang priyayi yang angkuh, kritis, sok tahu, namun jenaka—berhasil ia bawakan dengan begitu hidup hingga melekat erat sebagai identitasnya sepanjang hayat.

Selain aktif di panggung teater, bakat aktingnya turut menghiasi berbagai layar lebar dan layar kaca populer, seperti film Preman in Love, Ipar adalah Maut, Sah! Katanya…, hingga sinetron komedi televisi Kos-kosan Jogja (2015–2017).

Rangkaian Prosesi Pemakaman

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jl. Cuwiri III No. 529, Mantrijeron, Yogyakarta.

Berdasarkan jadwal yang dihimpun, rangkaian prosesi pelepasan dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026:

 Pukul 12.00 WIB: Ibadah penghiburan dan pelepasan di rumah duka.

 Pukul 14.00 WIB: Pemberangkatan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir di Makam Krapyak, Yogyakarta.

Almarhum kini meninggalkan dua orang putri beserta keluarga besar dan warisan karya seni panggung yang tak ternilai harganya. Selamat jalan, Den Baguse Ngarso; karya dan ketulusanmu akan abadi di hati masyarakat.***

 

Berita Lainnya

Terkini