BI dan Pemkab Gianyar Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Nyepi dan Idulfitri 2026

Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menegaskan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan harus menjadi prioritas bersama

16 Maret 2026, 17:00 WIB

Gianyar -Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar memperketat langkah strategis untuk mengendalikan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 2026.

Upaya preventif ini difokuskan guna mengantisipasi potensi lonjakan permintaan masyarakat yang dapat memicu gejolak harga di pasaran.

Langkah mitigasi tersebut dibahas secara mendalam dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gianyar yang berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di ruang kerja Wakil Bupati Gianyar.

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, serta dihadiri oleh Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali, Muhamad Shiroth, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan para kepala perangkat daerah yang tergabung dalam TPID Gianyar.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menegaskan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan harus menjadi prioritas bersama. Peningkatan aktivitas masyarakat yang beririsan dengan momen hari raya dinilai berpotensi mendongkrak harga kebutuhan pokok.

“Saya harap seluruh perangkat daerah terus memantau perkembangan harga serta memastikan ketersediaan pasokan pangan agar tidak terjadi gejolak harga di masyarakat. Selain itu, koordinasi juga diperkuat untuk mengantisipasi potensi penimbunan barang serta menjaga kelancaran distribusi logistik di wilayah Gianyar,” ujar Anak Agung Gde Mayun.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Direktur BI Provinsi Bali, Muhamad Shiroth, memberikan apresiasi atas komitmen Pemkab Gianyar dalam menjaga stabilitas harga. Ia memaparkan bahwa Gianyar memiliki karakteristik unik sebagai kawasan pariwisata, di mana fluktuasi kebutuhan pangan tidak hanya digerakkan oleh konsumsi lokal, tetapi juga sektor pariwisata.

“Untuk komoditas beras, Gianyar bahkan tercatat surplus dan mampu memasok kebutuhan daerah lain,” ungkap Muhamad Shiroth. Kendati demikian, ia mengingatkan perlunya atensi khusus terhadap produk hortikultura seperti cabai, daging ayam ras, dan bawang merah yang pasokannya masih bergantung pada luar daerah, ditambah tantangan faktor cuaca serta dinamika rantai pasok global.

Sebagai solusi pengendalian, BI mendorong optimalisasi operasi pasar yang berpedoman pada prinsip 3T, yakni tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran, serta memperkuat kerja sama antardaerah.

Dari sisi ketersediaan logistik, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar, I Gusti Ayu Dewi Hariani, memastikan bahwa stok bahan pangan pokok di wilayahnya secara umum aman dan terkendali. “Bahkan stok beras diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gde Raka Suryadiputra, melaporkan bahwa dari hasil pemantauan pasar pada minggu kedua Maret 2026, harga mayoritas komoditas terpantau stabil.

Meski ada kenaikan pada komoditas tertentu seperti cabai dan bunga pacar akibat tingginya permintaan upacara, angkanya masih berada dalam batas wajar. Sebagai penyeimbang pasar, Pemkab Gianyar secara konsisten menggelar program pasar murah di berbagai desa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gianyar, Maria Iin Maidiana, turut memaparkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) serta pola konsumsi masyarakat yang cenderung tinggi pada sektor makanan dan minuman jadi.

Melalui sinergi lintas sektoral ini, BI dan Pemkab Gianyar optimis dapat menjaga stabilitas harga demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan sepanjang 2026.***

Berita Lainnya

Terkini