KSSK Kompak Jaga Stabilitas: Rupiah Terkendali dan Inflasi Melandai di Level 2,42 Persen

KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian serta melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi guna menghadapi meningkatnya risiko ketidakpastian global,

8 Mei 2026, 06:37 WIB

JakartaKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I-2026 tetap terjaga meski pasar global sedang dihantam ketidakpastian.

Eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi dan volatilitas pasar menjadi tantangan utama yang terus dimitigasi oleh pemerintah.

Dalam rapat berkala KSSK, dilaporkan bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh kuat sebesar 5,61% (yoy) pada triwulan I-2026.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, didorong oleh akselerasi belanja negara untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta proyek hilirisasi Danantara.

Tercatat, inflasi Terkendali: IHK per April 2026 turun ke level 2,42%, berada dalam rentang target sasaran.

Stabilitas Rupiah: Meski dolar AS menguat global, Rupiah dijaga stabil melalui intervensi Bank Indonesia di level Rp17.415 (per 5 Mei 2026) dengan cadangan devisa yang kuat sebesar USD148,2 miliar.

Sektor Keuangan Sehat: Permodalan perbankan tetap tinggi dan risiko kredit (NPF) terjaga di level yang rendah.

Investasi Aset Kripto: Jumlah investor kripto terus melonjak hingga menembus 21,37 juta orang per Maret 2026.

KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi.

 

KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian serta melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi guna menghadapi meningkatnya risiko ketidakpastian global,” tulis KSSK dalam keterangan resminya.

Selain itu, untuk mempercepat pertumbuhan, Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Satgas P3M-PPE/yang menyediakan layanan Kanal Debottlenecking 24 jam untuk menyelesaikan hambatan perizinan dan investasi secara cepat dan transparan.

KSSK optimis pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 dapat mencapai 5,4% atau lebih. ***

Berita Lainnya

Terkini