Samir Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM Lewat Pembiayaan Digital di Bali – Nusa Tenggara

PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), platform pinjaman daring (pindar) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pembiayaan digital, khususnya dalam mendorong pertumbuhan bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

25 Agustus 2026, 10:58 WIB

Badung -Industri teknologi finansial berbasis pinjam meminjam uang (fintech peer-to-peer lending) terus menunjukkan peran strategisnya dalam memperluas inklusi keuangan nasional.

PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), platform pinjaman daring (pindar) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pembiayaan digital, khususnya dalam mendorong pertumbuhan bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

Komitmen tersebut direalisasikan melalui partisipasi aktif Samir dalam ajang tahunan Fintech Lending Days (FLD) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 20–21 Agustus 2026 di Bali Sunset Road Convention Center, Bali.

Forum strategis bertema “Advancing Indonesia’s Digital Financing Ecosystem” ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk membangun jejaring lintas lembaga, berdialog dengan regulator, serta membuka peluang kolaborasi strategis guna mengakselerasi pembiayaan produktif.

Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengungkapkan keikutsertaan perusahaan dalam forum FLD 2026 sejalan dengan tren positif kinerja bisnis perseroan di kawasan timur Indonesia.

Berdasarkan data internal perusahaan periode Januari hingga Juli 2026, total penyaluran pembiayaan Samir di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berhasil mencatatkan angka lebih dari Rp85 miliar, atau melesat signifikan sebesar 66% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut Handy, capaian tersebut tidak lepas dari semakin tingginya tingkat literasi keuangan serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang aman dan transparan. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara kini telah berhasil menduduki posisi lima besar nasional dalam hal penyaluran pembiayaan secara keseluruhan.

“Pertumbuhan ini juga sejalan dengan terus bertambahnya jumlah peminjam dari masyarakat maupun para pelaku UMKM di Bali & Nusa Tenggara yang telah menembus hingga lebih dari 17 ribu peminjam, menegaskan tingkat kepercayaan terhadap layanan pindar Samir yang terus meningkat,” ujar Handy Juniandri saat dalam keterangan tertulisnya.

Secara nasional, kontribusi dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara turut menopang kinerja agresif Samir secara keseluruhan. Per Juli 2026, total penyaluran pembiayaan Samir secara nasional telah menembus angka lebih dari Rp2,6 triliun kepada sekitar 600 ribu peminjam. Secara kumulatif sejak awal berdiri, perusahaan telah menyalurkan total pembiayaan mencapai Rp7,6 triliun kepada lebih dari 1,9 juta penerima pinjaman.

Kendati mencatatkan pertumbuhan yang ekspansif, Handy menegaskan bahwa manajemen senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian. Sebagai entitas yang berada di bawah pengawasan ketat OJK, ekspansi bisnis harus selalu beriringan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), disiplin manajemen risiko, serta kualitas pembiayaan yang terjaga.

“Kami percaya pertumbuhan yang kuat akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa termasuk Bali & Nusa Tenggara, serta fokus yang semakin mendalam pada sektor produktif guna membantu keberlangsungan bisnis usaha dan kemajuan ekonomi UMKM,” jelasnya.

Sinergi Kuat Bersama Perbankan Nasional

Dalam memperkuat struktur pendanaan dan infrastruktur operasionalnya, Samir hingga saat ini telah menggandeng sebanyak 11 institutional lender. Menariknya, tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan konvensional dan digital terkemuka di tanah air, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.

Kehadiran tiga institusi perbankan besar tersebut, menurut Handy, menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur teknologi, sistem mitigasi risiko, serta tata kelola yang diimplementasikan oleh Samir memiliki standar kredibilitas yang tinggi dan dipercaya oleh industri perbankan formal.

Samir kini tidak lagi sekadar menjadi alternatif pembiayaan, melainkan berperan strategis dalam memperluas akses keuangan, mendukung pertumbuhan bisnis UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab,” tutup Handy. ***

 

 

Berita Lainnya

Terkini