BNPB Ingatkan Ancaman Bahaya Hidrometeorologi Saat Fenomena La Nina

12 Oktober 2020, 05:48 WIB

Webinar La Lina/Foto:BNPB

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan
masyarakat akan munculnya fenomena La Nina yang dihadapi Indonesia saat ini
yang dapat berdampak pada potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk.

Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekomendasikan
kesiapsiagaan tidak hanya pada tingkat provinsi tetapi hingga tingkat
kecamatan, kelurahan atau desa dan bahkan keluarga.

“Kesiapsiagaan harus dilakukan di setiap tingkat,” tegas uti Bidang Pencegahan
BNPB Lilik Kurniawan saat melakukan diskusi menyikapi fenomena La Lina melalui
media virtual pada Minggu (11/10/2020).

Ia menegaskan bahwa camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan beberapa hal
berikut. Lilik meminta, pastikan tempat evakuasi sementara dapat digunakan,
setiap daerah rawan bencana miliki tempat evakuasi sementara.

Aparat desa untuk mengidentifikasi bangunan aman yang dapat digunakan sebagai
shelter sementara, seperti rumah warga, kantor desa atau pun sekolah. Ia
mengatakan, ”Jangan sampai tempat evakuasi menjadi kluster baru Covid-19.”

“Identifikasi rumah aman yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi
sementara,” ujar Lilik.

Kedua, pastikan masyarakat yang terpapar mengetahui langkah-langkah yang harus
dilakukan. Ia mengingatkan protokol Kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga
jarak dan mencuci tangan.

Apabila saat evakuasi tidak dimungkinkan untuk menerapkan protokol Kesehatan,
dengan pertimbangan keselamatan, selanjutnya protokol harus diterapkan dengan
ketat.

“Kita harus memastikan masyarakat untuk mengetahui apa yang harus dilakukan
apabila ada info dari BMKG,” katanya mengingatkan.

Hal tersebut terkait penyampaian informasi yang diberikan oleh Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten dan kota kepada
pihak kecamatan dan selanjutnya di tingkat desa.

“Sosialisasikan informasi kepada masyarakat dengan bijak, jangan
menakuti-nakuti,” pesan Lilik.

Untuk itu, digunakan bahasa yang mudah dipahami untuk menerjemahkan informasi
cuaca sehingga pesan sampai pemangku kepentingan di tingkat kecamatan maupun
masyarakat.

Beberapa kanal informasi dapat diakses oleh aparat kecamatan, kelurahan dan
desa, bahkan di tingkat keluarga dengan beberapa kanal, seperti teknologi
informasi dari BNPB dan BMKG.

BNPB memiliki InaRISK dan juga Katalog Desa Rawa Bencana yang dapat diakses
semua pihak, kemudian BMKG memiliki aplikasi Info BMKG yang dapat
menginformasikan kondisi cuaca hingga tingkat kecamatan.

Masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa dapat melakukan simulasi
mandiri sesuai rencana kontinjensi yang sudah dibuat. Ini tentunya dibantu
oleh BPBD kabupaten maupun kota setempat. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini