Buang Sampah, Warga Denpasar Ini Syok Didenda Rp2 Juta

4 Maret 2016, 06:18 WIB
Tipiring%2B1
Salah seorang warga Denpasar yang disidang Tipiring (foto:istimewa)

Kabarnusa.com – Seorang warga di Kota Denpasar Bali kaget bukan kepalang ketika dia harus membayar denda Rp2 juta gara-gara membuang sampah sembarangan.

Aturan tegas diterapkan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan, di sejumlag lokasi di Kota Denpasar dengan total denda antara Rp1 hingga Rp2 juta.

Adalah Sunaryo asal Surabaya yang dinilai melanggar aturan kebersihan dengan membuang sampah sembarangan.

Pria yang tinggal di Denpasar selama tiga tahun itu, kaget bukan main dengan denda yang dijatuhkan  kepadanya demikian besar, mencapai Rp2 Juta.

Denda sebesar itu diberikan, karena Sunaryo karena sengaja membuang sampah sembarangan dengan mengambil kardus bekas tempat sampah di pinggir toko dan membuang isi sampah di dalam kardus secara sembarangan.

“Saya syok dengan sanksi denda yang diberikan sebanyak itu, dan saya janji tidak akan melakukannya lagi, saya kapok,” kata Sunaryo Kamis 3 Maret 2016.

Langkah denda uang diberlakukan,  guna menyadarkan dan memberikan efek jera kepada masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan. Selain itu, untuk mengingatkan masyarakat akan waktu membuang sampah, yakni pukul 17.00 sampai 19.00 WITA.

Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar terus mengadakan sidak kebersihan yang kali ini tertangkap 30 orang pelanggar kebersihan dan langsung menjalani Sidang Yustitia tindak pidana ringan (Tipiring) di Balai Banjar Kedaton, Jalan Hayam Wuruk, Desa Sumerta Kelod Denpasar Timur pada Kamis 3 Maret 2016.

Sidang tipiring dipimpin hakim Achmad Peten Sili, SH,MH dan Jaksa Nyoman Bela Putra Atmaja dengan menjatuhkan sanksi denda dari Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000 kepada para pelanggar.

Semua pelanggar memilih membayar denda langsung ditempat, karena tidak ingin menjalani hukuman selama – lamanya tiga bulan kurungan.

Langkah yang di lakukan DKP Kota Denpasar ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin diadakan setia hari Rabu dan Jumat setiap minggunya di kantor Pengadilan Negeri Denpasar.

Kali ini Sidang Yustitia digelar di Banjar Kedaton guna untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat sadar dan ikut menjaga kebersihan lingkungannya sendiri.

Selain juga, memasyarakatkan Perda No. 3 Tahun 2000 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum di Kota Denpasar,

Sekretaris DKP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga yang juga selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kota Denpasar menyatakan, pelaksanaan sidang ini bukan semata-mata menghukum masyarakat, akan tetapi kami mengajak masyarakat untuk ikut memelihara kebersihan lingkungan.

“Ini juga, merupakan bagian dari revolusi mental di bidang kebersihan, agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan,” ungkapnya.

Selain itu. tidak hanya di kenakan denda dan di sidang, pelanggar yang tertangkap tangan langsung di tempat oleh Satgas Kebersihan DKP Kota Denpasar di berikan hukuman langsung di tempat dengan di suruh menyapu, membersihkan sampah dan meyiram di ruas jalan dan taman.

Tujuannya, agar masyarakat malu akan pelanggarannya dan tidak melakukannya lagi. (gek)

Artikel Lainnya

Terkini