Gempa M5,8 Dirasakan Warga Kepulauan Mentawai Sumbar

20 Oktober 2020, 06:01 WIB

ilustrasi/foto:shulterstock

Jakarta – Warga Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatra Baratt merasakan
guncangan kuat gempa dengan magnitudo 5,8 Senin 19 Oktober 2020 pukul 14.31
WIB.

Belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa yang dilaporka
warga dari beberapa desa kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Kepulauan Mentawai guncangan gempa terjadi.

Informasi dari warga Desa Sinaka dan Malakopak di Kecamatan Pagai Selatan
serta Desa Taikako di Kecamatan Sikakap. Kepala Pusat Data, Informasi dan
Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati mengungkapkan, gempa dirasakan
kuat warga.

“Mereka melaporkan situasi kondusif meskipun warga merasakan gempa yang
magnitudonya di atas M5,0 itu,” Raditya dalam siaran pers. Pihaknya juga
mengimbau masyarakat yang berada di bibir pantau untuk menjauhinya dan
melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman.

Sedangkan di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, masyarakat merasakan
guncangan kuat 3 hingga 4 detik. Masyarakat di sana sempat panik dan keluar
rumah. BPBD Kabupaten Mukomuko telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan
desa.

Kepala Pusat Pengendali Operasi BPBD Kabupaten Mukomuko Hitatun Razak yang
masyarakat dan komunitas nelayan yang berada di bibir pantai agar menjauhi
pantai dan melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

Rilis BMKG, informasi dua gempa tektonik dengan magnitudo di atas M5,0 yang
terjadi berselang 16 menit di wilayah Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, ini.
Gempa kedua terjadi pada 14.47 WIB dengan kekuatan M5,7.

Episenter berlokasi di laut pada jarak sekitar 33 km arah barat daya Pulau
Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada kedalaman 13 km dan 17
km.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyampaikan, melalui
analisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi
merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Pagai
Selatan, Kepulauan Mentawai.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki
mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujar Triyono melalui pesan
digital.

Di samping itu, BMKG merilis analisis berdasarkan skala intensitas guncangan
yang diukur dengan satuan MMI, bahwa kedua gempa bumi ini dirasakan di daerah
Padang, Painan, Mentawai, Mukomuko II-III MMI, Kota Bengkulu, Kepahiang,
Bengkulu Utara I-II MMI.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
BMKG memonitor gempa yang telah terjadi sebanyak 9 kali dengan magnitudo di
atas M5,0 di Pagai Selatan hingga hari ini (19/10), pukul 14.47 WIB.

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau
dan melakukan koordinasi dengan BPBD yang warganya merasakan guncangan gempa.

Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki potensi
bahaya gempa bumi dan tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi. Terdapat
10 kecamatan di kabupaten ini yang berada pada bahaya gempa bumi dan
tsunami.(rhm)

Artikel Lainnya

Terkini