Gus Adhi Perjuangkan Pengelolaan Sumber Air di Lokasi Longsor Buleleng

11 April 2016, 20:14 WIB

Peninjauan%2BBencana%2BBanjir%2BBandang%2BDusun%2BTri%2BAmerta%2B1

Kabarnusa.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra terus berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian Kehutanan dalam mewujudkan air bersih di lokasi bencana longsor di Kabupaten Buleleng.

Saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Tri Amerta, Desa Penyabangan, Kabupaten Buleleng, Gus Adhi bisa merasakan kepedihan warga.

Ia melihat peristiwa nahas yang menimpa masyarakat pada Januari lalu.

Hujan deras mengiringi kedatangan Gus Adhi dan rombongan sempat membuat takut warga lantaran beberapa pohon dan bebatuan bertumbangan.

Data yang dia dapatkan, ada 12 hektar areal persawahan warga yang habis tergerus oleh banjir bandang.

Karenanya, dia berjanji akan mencarikan jalan ke luar terhadap rusaknya pundi-pundi ekonomi masyarakat tersebut.

“Ada 12 hektar sawah yang tadinya wilayah holtikultura, kini telah berubah menjadi hamparan batu dan lumpur. Kita turut berduka, kita akan carikan solusi perbaikan irigasi primer, penanggulanangan bencana dan program pemberdayaan masyarakat.

Hal yang terpenting, kata dia, adalah menanggulangi trauma masyarakat terhadap bencana tersebut.

“Skala prioritas bagaimana menghilangkan trauma masyarakat. Ini yang perlu kita perhatikan, secepat mungkin penanggulangan bencana ini,” tegas dia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) XXI Provinsi Bali itu

Ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk melakukan penelitian terhadap sumber air di kawasan tersebut.

“Kita akan koordinasikan dengan Kementerian Kehutanan untuk melakukan penelitian sumber airnya di mana dan bagaimana penanggulangannya. Perlu kita lihat secara dekat penyebabnya,” tukas Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) XXI Provinsi Bali itu.

Jika dikelola baik maka sumber air di desa tersebut dapat menjadi berkah bagi masyarakat.

Yang tadinya debitnya kecil sekarang besar. Tadinya pertanian tadah hujan, sekarang tidak.

“Agar pertaniannya maju. Kalau sumber airnya sudah ketemu maka kita akan tahu irigasi primer dan sekunder,” ujarnya.

Tak hanya sekadar meninjau lokasi bencana, Gus Adhi juga menyerahkan bantuan kepada warga masyarakat setempat.

Di antaranya adalah 200 paket sembako, bibit pohon dan sejumlah traktor kepada kelompok masyarakat dengan nilai nominal mencapai Rp1,3 miliar.

Tak hanya itu, Gus Adhi juga menyerahkan bantuan berupa bedah rumah kepada enam warga yang rumahnya hancur akibat banjir bandang.

Dua warga KK miskin mendapat bantuan masing-masing senilai Rp15 juta. Sementara empat KK lainnya yang bukan warga miskin, mendapat bantuan masing-masing Rp1 juta.

Kepala Dusun Tri Amerta, Desa Penyabangan, Made Sukadana mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Ia mengaku bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi warganya yang berjumlah 180 Kepala Keluarga (KK).

“Terima kasih atas bantuan ini. Tentu sangat bermanfaat bagi kami yang baru saja mengalami musibah dengan total kerugian Rp1,7 miliar,” ungkapnya.

Sukadana melanjutkan, sejumlah bantuan itu akan digunakan warga untuk meningkatkan pendapatan mereka di sektor pertanian.

Kepada penerima bantuan bedah rumah, Sukadana mengaku hal itu sangat membantu meringankan beban warganya.

“Khusus kepada penerima bantuan bedah rumah, tentu sangat meringankan beban mereka. Tolong gunakan sebagaimana mestinya,” imbuhnya. (kto)

Artikel Lainnya

Terkini