Baturiti -The Bloombs Bali, yang terletak di kawasan sejuk Baturiti, Tabanan, resmi menutup rangkaian Festival Parade Gebogan dan Baleganjur pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Acara ini sebagai manifestasi keberhasilan dalam mengangkat tradisi lokal ke panggung pariwisata yang lebih luas, memberikan pengalaman otentik yang mendalam bagi setiap pengunjung yang hadir.
Sepanjang hari, atmosfer di The Bloombs Bali terasa begitu kental dengan nuansa kebudayaan Bali. Aransemen musik Baleganjur yang ritmis dan penuh semangat mengiringi arak-arakan gebogan—susunan persembahan syukur yang disusun dengan estetika tinggi.

Keindahan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, namun yang membuatnya istimewa adalah kesempatan bagi pengunjung untuk terlibat langsung.
I Made Sukarata dari tim Humas Marketing The Bloombs Bali mengungkapkan pihaknya ingin pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat merasakan interaksi langsung dengan budaya Bali melalui keterlibatan dalam prosesi Gebogan.
“Ini adalah pengalaman otentik yang ingin kami suguhkan,” ucap, I Made Sukarata.

Pengelola memberikan ruang bagi para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk mempelajari cara merangkai gebogan hingga ikut serta dalam prosesi menjunjungnya.
Interaksi ini mengubah persepsi wisatawan dari sekadar turis menjadi partisipan, menciptakan kenangan yang tidak akan terlupakan.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi strategis dengan para agen perjalanan dari berbagai daerah, termasuk dari Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta.
Dengan penyelarasan jadwal pementasan yang telah diinformasikan sejak awal, para agen dapat mengemas pengalaman budaya ini ke dalam paket perjalanan premium bagi pelanggan mereka.
Penutupan acara ini menandai babak baru bagi The Bloombs Bali dalam mengintegrasikan nilai-nilai tradisi ke dalam industri pariwisata modern.
Dengan evaluasi berkelanjutan dari sisi pelayanan dan pengalaman pengunjung, diharapkan ke depan, kegiatan semacam ini dapat terus berkembang sebagai ikon pariwisata berbasis budaya di Tabanan, sekaligus melestarikan warisan leluhur agar tetap relevan bagi generasi penerus.***

