Progres Tol Solo-Yogyakarta Paket 2.2 Tembus 75 Persen, Jasa Marga Targetkan Rampung September 2026

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, menyatakan fokus pengerjaan saat ini meliputi penyelesaian struktur bangunan layang serta penyiapan sistem konektivitas antar-ruas, termasuk area perempatan setelah Jombor.

7 Agustus 2026, 04:55 WIB

Yogyakarta-Proyek strategis pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta Seksi 2 Paket 2.2 yang membentang dari kawasan Trihanggo hingga Junction Sleman menunjukkan progres signifikan dengan mencapai 75 persen pada pertengahan 2026.

Konstruksi ruas jalan tol layang (elevated) ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal September 2026.

Meskipun konstruksi fisik Paket 2.2 dijadwalkan segera selesai, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan ruas tersebut tidak langsung beroperasi secara komersial.

Kehadiran ruas ini merupakan bagian integral dari jaringan keseluruhan Tol Solo – Yogyakarta yang diproyeksikan dapat dioperasikan secara penuh pada tahun 2028.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, menyatakan fokus pengerjaan saat ini meliputi penyelesaian struktur bangunan layang serta penyiapan sistem konektivitas antar-ruas, termasuk area perempatan setelah Jombor.

Pembangunan ruas Trihanggo – Junction Sleman ini tidak berdiri sendiri, melainkan sangat bergantung pada integrasi dengan proyek Jalan Tol Jogja – Bawen Seksi 1 dan Seksi 2 yang terhubung langsung melalui Junction Sleman.

Di lapangan, sejumlah tahapan krusial telah berhasil diselesaikan, seperti pemasangan gelagar beton (erection girder). Saat ini, para pekerja tengah menggenjot pengerjaan ramp on dan ramp off yang mencakup pembersihan lahan, pengecoran jalan beton (rigid pavement), hingga pengaspalan.

Menariknya, desain atap gerbang Tol Junction Sleman turut dirancang khusus mengusung siluet Situs Keraton Ratu Boko sebagai representasi identitas arsitektur dan kekayaan budaya Yogyakarta.

Sembari menunggu target operasi penuh pada 2028, pihak Jasa Marga membuka peluang untuk mengfungsionalkan ruas ini secara terbatas guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan saat mudik Lebaran 2028.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), kehadiran tol ini diharapkan mampu mendongkrak konektivitas kawasan aglomerasi Yogyakarta – Solo – Semarang (Joglosemar) serta meningkatkan efisiensi mobilitas dan waktu tempuh secara drastis antara Jawa Tengah dan Yogyakarta.***

Berita Lainnya

Terkini