Polisi Agendakan Autopsi Matinya Remaja Pemeran Randa

15 Oktober 2015, 13:30 WIB

Korban%2Bsemasa%2Bhidup

Kabarnusa.com – Paskameninggalnya I Komang Ngurah Trisna Para Merta (14)  pemeran randa dalam pentas Calonarang di Pura Jati Luwih,  Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana polisi berencana melakukan autopsi.

Kapolsek Mendoyo AKP Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi wartawan mengaku sudah melakukan pendekatan dengan pihak keluarga atas kematian korban.

Terkait kematian korban, pihaknya sudah mengagendakan untuk otopsi terhadap jenasah korban.

“Dari hasil musyawarah dengan keluarga korban, mereka menyetujui otopsi dan sore ini langsung kita kirim jenasah korban ke Forensik RSUP Sanglah,” terangnya Kamis (15/10/2015).

Untuk proses lebih lanjut, , pihaknya sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi yang terkait dengan kejadian tersebut guna diperiksa untuk didengar keterangannya.

“Sekarang masalah ini masih kami tangani,perkembangannya akan kami sampaikan,” tegas dia.

Sebelumnya,  Merta (14), meninggal diduga tertusuk keris saat pementasan Colonarang di Pura Jati Luwih,  Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Senin (12/10) dini hari lalu,

Setelah sempat bungkam, pihak keluarga korban akhirnya mau angkat bicara soal kematian korban.
Pihak keluarga kepada wartawan membantah bahwa kematian korban akibat tertusuk keris saat pergelaran Calonarang di Pura Jati Luwih tersebut.

Hanya saja, pihak keluarga mengakui korban sempat tertusuk kris saat memerankan Ranga pada pementasan Calonarang itu.

“Memang cucu saya ikut mesolah (Calonarang) saat itu dan sempat tertusuk keris. Tapi korban meninggal bukan karena tertusuk kris, melainkan karena penyakit lain,” terang Gusti Ngurah Putu Mudiada (52), keluarga korban yang masih terhitung kakek korban.

Menurut Mudiada, korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit mag dan asam lambung. Sedangkan luka akibat tusukan itu hanya 1 cm dan hanya tiga jahitan. (dar)

Artikel Lainnya

Terkini