Jakarta – Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali berkolaborasi dengan Sparks Fashion Academy (SFA) dalam ajang Fashion Nation 20th Edition bertema “The Future Nostalgic” yang digelar di Main Atrium, Senayan City, Jakarta (20/9).
Lima UMKM Fashion binaan YDBA menampilkan koleksi busana berbahan Tenun Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diolah menjadi desain siap pakai bernuansa modern dengan nilai jual tinggi.
Kelima UMKM yang tampil adalah Soloputri, Alendra, Copa de Flores, Conny’s Creation, dan Kelow. Sebelum peragaan busana, YDBA bersama SFA menggelar sesi mini talkshow untuk berbagi cerita mengenai perjalanan kolaborasi pembinaan UMKM fashion sejak 2024.
Koleksi Tenun Manggarai Barat yang ditampilkan merupakan hasil pembinaan jangka panjang YDBA kepada pelaku UMKM tenun di Manggarai Barat, salah satu Desa Sejahtera Astra (DSA).
Pendampingan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari peningkatan teknik tenun, standardisasi produk, manajemen usaha sesuai standar Quality, Cost & Delivery (QCD), hingga perluasan akses pasar.
Melalui kolaborasi dengan SFA, kain tenun tradisional diolah menjadi busana siap pakai sesuai karakter masing-masing brand, tanpa menghilangkan identitas budaya.
Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo, menegaskan pentingnya menjadikan wastra sebagai produk modern yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. “Bagi Yayasan Astra – YDBA, wastra bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga peluang bagi UMKM untuk naik kelas.
Lewat kolaborasi dengan SFA, UMKM binaan kami dibekali sense of business sekaligus sense of design, sehingga Tenun Manggarai Barat dapat hadir sebagai busana modern yang siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Rahmat Samulo.
Kelima UMKM binaan terpilih melalui proses kurasi bersama mentor SFA dalam program Fashion Design Intermediate. Penilaian mencakup konsistensi selama pelatihan, kualitas pengerjaan proyek, keunikan DNA brand, serta komitmen mengikuti seluruh rangkaian hingga Fashion Nation 2026.
Soloputri : eksplorasi eco coloring, siluet minimalis, dan motif terinspirasi identitas Indonesia. Alendra : kekuatan pada wastra dengan sentuhan etnik modern yang komersial. Copa de Flores : desain dipengaruhi arsitektur dengan gaya youthful. Conny’s Creation : eksplorasi experimental textile dengan gaya eclectic. Kelow : spesialisasi denim dengan gaya edgy dan etnik kontemporer.
Tahun 2026 menjadi tahun ketiga kolaborasi YDBA dan SFA sejak pelatihan bersama dimulai pada 2024. Setiap tahun, YDBA membina sekitar 100 UMKM fashion, dengan 25 di antaranya mengikuti program kolaborasi bersama SFA.
Dari setiap batch, lima UMKM berkesempatan tampil di Fashion Nation, sementara lainnya hadir untuk mendukung dan memperoleh insight bisnis.Melihat tren industri fashion Indonesia menuju 2027 yang diprediksi sebagai tahun recovery,
YDBA berharap semakin banyak kolaborasi lintas sektor yang memberi ruang bagi wastra lokal untuk tampil di panggung nasional maupun global.***

