Bupati Eka: Produk Pertanian Tabanan Banyak Hiasi Toko Modern dan Online

10 September 2020, 21:00 WIB

Tabanan – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyatakan produk
-produk pertanian di Tabanan sudah banyak menghiasai toko-toko modern dan toko
online yang memanfaatkan teknolpgi digitalisasi.

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam Webinar dengan tema
“Meningkatkan Ketahanan dan Distribusi Pangan Melalui Teknologi Digital”, yang
diselenggarakan  oleh Indosat Ooredo melalui aplikasi Zoom Video
Conference, Rabu (9/9/2020).

Selain Bupati Eka, dalam webinar yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut
juga menghadirkan 3 narasumber lainnya yang kompeten di bidangnya
masing-masing, diantaranya : H. Pungkasiadi yang menjabat sebagai Bupati
Mojokerto, Wildan Alviyarda dan Henry Threstanto.

Sebelum Bupati Eka menjampaikan paparannya dalam webinar tersebut, Virna
Vidosia selaku pemandu acara mengatakan, dari tema “Meningkatkan Ketahanan dan
Distribusi Pangan Melalui Teknologi Digital” nantinya akan lebih banyak
membahas bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan produktivitas
pertanian, mutu ketahanan pangan, memperlancar alur distribusi pangan dan
tentunya berujung untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

Sebagai narasumber pertama, Bupati Eka mengucapkan terimakasih kepada pihak
Indosat dan . seluruh peserta webinar kali ini semoga selalu diberi kesehatan
dan keselamatan dalam menghadapi pandemic Covid-19 yang saat ini semakin
meningkat.

Meskipun begitu, semangat kita tidak boleh luntur dan tetap kita harus
berbuat, bermanfaat dan melanjutkan hidup ini dengan selalu mengucap syukur,”
ujarnya.

Lebih lanjut Ia memaparkan dalam presentasinya bahwa Tabanan merupakan lumbung
pangannya Bali. Selaku Kepala Daerah, Bupati Eka mengambil langkah tegas dan
secara terukur dan pasti mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Tabanan.

Karena Ia berprinsip, kalau pangan tidak dipenuhi maka malapeta akan terjadi.
Berbagai program pun dirancang yang salah satunya adalah Pangan Serasi untuk
menyatukan sektor hulu tengah dan hilir dalam produksi dan pemasaran produksi
pangan.

“Jadi sebagai lumbung pangannya Bali dan lumbung berasnya Bali, kita
menjadikan pertanian  sebagai salah satu produk unggulan kami di
Tabanan,” ungkapnya saat itu.

Oleh karena itu, meskipun disaat pandemic sekalipun masyarakat Tabanan yang
bergerak di bidang pertanian tetap menjalankan aktivitas pertanian.

“Di Tabanan tidak hanya menghasilkan beras, ada buah-buahan, sayur-sayuran,
termasuk manggis kami sangat dikenal serta sudah diekspor ke luar negeri. Hal
ini selalu menjadi andalan dan suatu yang membanggakan bagi kami di Tabanan,”
jelasnya.

Disamping itu, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sektor hulu, tengah
dan hilir yang selalu berkesinambungan dan berjalan dengan baik. Dari hulu,
Bupati Eka menginstruksikan agar petani memproduksi produk-produk yang
memiliki nilai jual tinggi atau yang memiliki pasar.

“Dimana kami bekerjasama dengan BUMDes,  Perusda, untuk bisa menciptakan
model agribisnis yang terintegrasi,” imbuhnya.

Yang namanya pertanian harus diintegrasi dengan baik, begitupun kalau
pertanian berjalan dengan baik, maka alam juga ikut terjaga. Disamping itu
pertanian juga bisa diintegrasikan sebagai objek wisata.

Oleh karena itu, Pemerintah Daerah memodali masyarakat dengan program-program
yang mendukung pertanian itu bisa berjalan dengan baik.

“Misal salah satunya di semua Desa, kami memiliki BUMDes, kami juga memiliki
BUMDa, yang bekerjasama memberikan pelatihan, penerapan kualitas produk dan
penerapan teknologi. Sehingga produk-produk pertanian kami mempunyai nilai
jual yang baik,” tambah Bupati Eka.

Termasuk di dalamnya Bupati Eka saat memperhatikan regulasi. Karena menurutnya
tanpa regulasi maka pertanian itu akan sulit untuk unjuk gigi. Oleh karena
itu, kelanjutan pertanian, kepastian pasar tentunya harus menjadi tolak ukur
utama.

Sehingga petani tidak jenuh bertani sangat diperlukan pasar yang baik dan
betul-betul menjanjikan.

Pemanfaatan teknologi digital dalam era pertanian saat ini merupakan hal yang
biasa, seperti untuk pemasaran produk. Ia menjelaskan produk pertanian di
Tabanan sudah banyak yang diperjual belikan di toko-toko modern dan toko-toko
online.

“Dan kita di Tabanan sudah hampir memiliki 300 produk yang dihasilkan oleh
petani kita. Ada Beras, kopi, jamu-jamuan dan lainnya. Utamanya untuk
jamu-jamuan untuk imunitas ini sangat banyak pasarnya sekarang,” tambah Bupati
Eka.

Termasuk disaat pandemi ini, Tabanan membuat program paket imunitas yang
terdiri dari jamu-jamuan yang merupakan hasil produksi petani Tabanan, ada
juga paket smbako yang juga merupakan hasil produksi lokal.

“Tentunya dengan begitu bisa memberikan pasar yang baik bagi para petani. Dan
tentunya, harganya harus bisa bersaing dan kemasannya sangat baik,” imbuhnya.

Selain itu, dimasa pandemic ini Bupati Eka mengajak seluruh elemen masyarakat,
yakni Jajaran Forkopimda, ASN, pihak Swasta serta masyarakat Tabanan yang
peduli untuk menyisihkan sedikit penghasilan yang dikumpulkan dalam Dompet
Peduli Covid, yang bertujuan untuk membeli produksi pertanian dari para petani
lokal.

Hal tersebut sudah berjalan sampai saat ini, seperti sembako ASN yang terdiri
dari produk pertanian petani lokal yang dibeli oleh para ASN di Tabanan.
(rhm)

Berita Lainnya

Terkini