Hatten Wines Hadirkan Avara, Wine Premium Berkarakter Tropis dari Bali

30 Oktober 2026, 19:33 WIB

Denpasar — Hatten Wines memperkenalkan Avara, koleksi wine premium yang lahir dari pengalaman, riset, dan eksplorasi lebih dari tiga dekade mengembangkan wine di iklim tropis terhadap potensi perkebunan anggur di Bali.

Hatten Wines yang didirikan Ida Bagus Rai Budarsa pada 1994  berawal dari sebuah pertanyaan sederhana, kenapa Bali tidak memiliki wine sendiri? Saat itu, iklim tropis masih dianggap kurang ideal untuk menghasilkan wine berkualitas.

Namun, keyakinan terhadap potensi Bali mendorong Hatten mengambil langkah yang belum banyak dilakukan di Indonesia, yakni mengembangkan perkebunan anggur dan memproduksi wine dengan karakter yang berakar pada lingkungan tropis.

Selama 32 tahun, perjalanan tersebut diwarnai berbagai eksperimen dan penemuan. Mulai dari pengembangan varietas anggur lokal Bali, pengenalan varietas internasional, hingga penerapan teknik budi daya dan pembuatan wine yang disesuaikan dengan kondisi alam setempat.

Pengalaman dan pengetahuan yang terkumpul selama puluhan tahun inilah yang kemudian menjadi landasan lahirnya Avara.

Founder & President Director PT Hatten Bali Tbk, Ida Bagus Rai Budarsa, mengatakan bahwa saat memulai Hatten Wines pada 1994, dirinya ingin membuktikan bahwa Bali mampu menghasilkan wine sendiri.

“Tiga puluh dua tahun kemudian, ambisi kami berkembang melampaui Bali. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menghasilkan wine dengan identitas, karakter, dan keunikan asal-usulnya sendiri,” kata Rai Budarsa, Jumat (30/10/2026).

Terinspirasi oleh lanskap Bali Utara yang dihiasi puncak pegunungan, perbukitan vulkanis, dan hembusan angin laut, Avara dikembangkan melalui riset dan pengembangan intensif di perkebunan anggur Hatten.

Sebanyak 34 varietas anggur dievaluasi untuk menemukan jenis yang paling sesuai dengan kondisi iklim tropis Bali. Dari proses tersebut, dua varietas internasional dan dua varietas warisan lokal Bali terpilih untuk menjadi bagian dari koleksi Avara.

Perhatian terhadap kualitas dimulai sejak tahap budi daya di perkebunan. Untuk memproduksi Avara, Hatten mendedikasikan delapan hektare lahan terbaiknya di Sanggalangit, Bali Utara.

Di area tersebut, panen dilakukan satu kali dalam setahun, berbeda dengan pola panen reguler yang berlangsung tiga kali setahun. Pendekatan ini memungkinkan seleksi buah anggur dilakukan secara lebih terarah dan proses produksi berlangsung lebih fokus.

Setiap wine dalam koleksi Avara menjalani proses pengolahan dan pematangan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing produk.

Beberapa di antaranya melibatkan pemetikan dan seleksi anggur secara manual, pengepresan selektif, fermentasi dalam tong, hingga pematangan dalam jangka waktu panjang.

Prestige Cuvée, misalnya, menjalani proses pematangan (aging) bersama endapan ragi (lees) selama minimal dua tahun, termasuk tahapan riddling dan disgorgement yang dilakukan secara manual.

Sementara itu, Syrah menjalani pematangan selama 18 bulan sebelum dilanjutkan dengan proses pematangan di dalam botol. Adapun Grand Solera dan XO melalui proses pematangan selama sepuluh tahun.

Dengan jumlah produksi yang terbatas, setiap varian Avara mencerminkan perhatian terhadap pemilihan bahan baku, keterampilan dalam proses pembuatan, serta waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan karakter wine sesuai dengan yang diinginkan.

Alih-alih mengikuti karakter wilayah penghasil wine yang telah lebih dahulu dikenal, Avara justru mengeksplorasi keunikan yang dimiliki Bali.

Iklim tropis, kondisi perkebunan, dan varietas anggur yang dipilih menjadi bagian dari karakter yang membentuk setiap wine dalam koleksi tersebut.

Head Winemaker Hatten Winery, James Kalleske, menjelaskan bahwa pengembangan Avara memberikan kesempatan untuk menggali lebih jauh potensi perkebunan anggur di Bali sekaligus menerapkan pendekatan pembuatan wine yang lebih mendalam.

Menurut James, Avara dibangun berdasarkan seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun bekerja dengan perkebunan anggur di Bali.

Koleksi ini, lanjut dia, memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi varietas tertentu, lokasi perkebunan, serta teknik pembuatan wine secara lebih mendalam tanpa meninggalkan karakter lingkungan tropis tempat anggur tersebut tumbuh.

“Bagi saya, Avara adalah tentang membawa pengetahuan tersebut lebih jauh dan menampilkan sisi lain dari potensi yang dapat dihasilkan Bali,” kata James.

Sejak debutnya, Avara juga telah memperoleh pengakuan dalam sejumlah kompetisi wine dan spirits internasional. Dalam ajang China Wine & Spirits Awards (CWSA) 2025, sejumlah produk Avara berhasil meraih penghargaan.

Avara Grand Solera memperoleh penghargaan Double Gold. Sementara itu, Avara Chenin Blanc 2023 dan Avara Syrah 2023 meraih Gold, sedangkan Avara Prestige Cuvée dan Avara XO memperoleh Silver.

Pengakuan lainnya datang dari AWC Vienna 2025. Dalam kompetisi tersebut, Avara Grand Solera meraih Gold Medal sekaligus Trophy untuk kategori Best Fortified Wine of the Show.

Avara Chenin Blanc 2023 dan Avara Prestige Cuvée juga menerima Seal of Approval. Pada 2026, Avara XO kembali meraih Silver Medal dalam ajang Asia World Spirits Competition 2026.

Bagi Hatten Wines, peluncuran Avara bukan sekadar penambahan koleksi baru, melainkan kelanjutan dari perjalanan panjang dalam mengembangkan wine yang tumbuh dan diproduksi di Bali.

Dengan memadukan pengalaman puluhan tahun, eksplorasi varietas anggur, serta pendekatan pembuatan wine yang terus berkembang, Avara menghadirkan perspektif baru mengenai potensi wine premium Indonesia.

Saat ini, Avara tersedia di The Cellardoor Bali, The Cellardoor Jakarta, serta sejumlah gerai pilihan di berbagai wilayah Indonesia.***

Berita Lainnya

Terkini