Direktur Bina KUA Kemenag RI Dorong Penghulu Adaptif Hadapi Regulasi dan Kebutuhan Umat

H. A. Zayadi menekankan agar seluruh ASN di lingkungan Bimas Islam, khususnya para penghulu dan jajaran KUA, senantiasa adaptif terhadap perubahan zaman dan regulasi.

25 September 2026, 05:04 WIB

Denpasar – Jajaran Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI melakukan kunjungan kerja ke KUA Denpasar Utara, Rabu (23/9/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung dinamika pelayanan serta menyerap berbagai persoalan yang dihadapi aparatur di lapangan.

Rombongan pusat yang dipimpin oleh Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, H. A. Zayadi, didampingi Kasubdit Bina Kepenghuluan H. Zudi Rahmanto dan Kasubag TU Rama Wahdiansyah.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kakan Kemenag Kota Denpasar Tia Sastrina, Kasi Bimas Islam Amron Sudarmanto, Kepala KUA Denpasar Utara Zaenal Abidin, serta Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bali Lewa Karma beserta jajaran staf.

Dalam sambutan pembukaannya, Kakan Kemenag Kota Denpasar Tia Sastrina menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

Menurutnya, kehadiran pimpinan pusat menjadi momentum penting bagi jajaran KUA untuk mendapatkan penguatan kebijakan sekaligus menyampaikan berbagai dinamika pelayanan yang berkembang di masyarakat.

Dalam arahannya di hadapan para aparatur, H. A. Zayadi menekankan agar seluruh ASN di lingkungan Bimas Islam, khususnya para penghulu dan jajaran KUA, senantiasa adaptif terhadap perubahan zaman dan regulasi.

“ASN Bimas Islam harus responsif terhadap regulasi terbaru dan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai masyarakat bergerak lebih cepat sementara kita tertinggal dalam membaca perubahan,” tegas Zayadi di hadapan para pegawai KUA.

Zayadi menambahkan bahwa KUA tidak boleh hanya berhenti pada rutinitas administratif semata. Setiap inovasi pelayanan harus tetap berada dalam koridor regulasi, berorientasi pada kemanfaatan publik, serta sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama RI agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kegiatan pembinaan yang dipandu oleh Kasi Bimas Islam Kota Denpasar Amron Sudarmanto ini juga diwarnai dengan sesi dialog interaktif. Kepala KUA Denpasar Selatan, Azizudin, memaparkan pengalaman inovasinya menggunakan media podcast untuk menyampaikan program layanan kepada masyarakat.

Selain itu, Azizudin juga mengangkat persoalan teknis terkait rujukan payung hukum pencatatan pernikahan Warga Negara Asing (WNA) pasca terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan.

Menanggapi hal tersebut, Zayadi mendorong peran aktif Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) untuk berkontribusi dalam penyusunan naskah akademik guna merumuskan solusi atas berbagai persoalan kepenghuluan di lapangan.

Pengalaman para penghulu di tingkat akar rumput dinilai sangat krusial sebagai bahan kajian dalam menyempurnakan kebijakan pemerintah pusat.

Menutup rangkaian kunjungan tersebut, Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Lewa Karma, mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran jajaran Direktorat Bina KUA di Bali.

Silaturahmi ini menjadi ruang bertemunya kebijakan pusat dengan pengalaman pelayanan di daerah.

“Kami memastikan bahwa perubahan regulasi, inovasi, dan kebutuhan masyarakat dapat bergerak dalam satu arah dengan menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, adaptif, dan benar-benar berdampak bagi umat,” ujar Lewa Karma.***

 

Berita Lainnya

Terkini