Denpasar-TULOLA bersama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi menghadirkan ajang Kawan Nusantara 2026 bertajuk “EVOLUSI” pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Tirtasada Lobby, The Meru Sanur, Bali. Bali dipilih sebagai kota kedua dalam rangkaian acara tahun ini setelah sukses digelar di Jakarta pada 23–24 Juli lalu.
Penyelenggaraan di Bali kali ini juga bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional, di mana TULOLA bersama The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel turut merayakan batik sebagai bagian dari warisan luhur budaya Indonesia berdampingan dengan berbagai karya seni lainnya.
Mengusung tema utama “EVOLUSI”, ajang ini mengajak masyarakat luas untuk melihat bagaimana sebuah warisan budaya dapat terus bertumbuh, beradaptasi, dan menemukan bentuk-bentuk baru di tengah zaman.
Founder & Creative Conceptor TULOLA, Happy Salma, mengungkapkan tradisi akan selalu hidup karena manusia senantiasa memaknainya kembali dari masa ke masa.
“Kami percaya tradisi selalu hidup karena manusia selalu memaknainya kembali. EVOLUSI adalah cara kami melihat bagaimana tradisi dan nilai-nilai leluhur terus menemukan bentuk baru tanpa kehilangan jiwanya,” ungkap Happy Salma.
Tema EVOLUSI tersebut direpresentasikan secara visual melalui perjalanan panjang subeng, salah satu ornamen perhiasan telinga tradisional khas Bali.
Perjalanan ini diterjemahkan ke dalam bentuk instalasi artistik agar pengunjung dapat menyaksikan langsung perubahan fungsi, bentuk, material, hingga pendekatan desain subeng dari masa ke masa.
Founder & Creative Designer TULOLA, Sri Luce Rusna, menjelaskan konsep EVOLUSI ini lahir dari riset mendalam mengenai dinamika perubahan fungsi subeng.
“Dalam EVOLUSI, kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tidak berhenti pada bentuk aslinya. Ia terus berkembang bersama manusia. Kami memilih subeng untuk menerjemahkan perjalanan perubahan tersebut ke dalam desain. Bagaimana subeng bergerak dari konteks spiritual di masa lampau hingga bentuk kontemporer saat ini,” jelas Sri Luce Rusna.
Instalasi pameran ini terbagi menjadi empat tahap utama yang merepresentasikan perjalanan subeng, yaitu Persembahan, Ekspresi, Nilai, dan Transformasi.
Pada tahap Persembahan, subeng hadir dalam konteks spiritual yang direpresentasikan lewat motif terinspirasi arsitektur padma pada bangunan suci Bali.
Pada tahap Ekspresi, subeng bertransformasi menjadi ruang ekspresi estetik dengan motif bunga lotus dan tanaman rambat. Memasuki tahap Nilai, subeng masuk ke dalam ranah sosial dan ekonomi yang digambarkan melalui motif keranjang serta bunga lili.
Terakhir, pada tahap Transformasi, subeng terus beradaptasi dengan zaman melalui elemen tipografi bertuliskan “EVOLUSI”. Perjalanan subeng ini turut dibuka dengan pertunjukan seni bertajuk “Rangga Rasmi” oleh Sanggar Widya Sani UNHI, di mana para penampil mengenakan 12 kain batik pilihan dari Sarinah.
Sebagai pendukung utama acara, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan keikutsertaan BCA merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar bagi karya para pelaku usaha binaan Bakti BCA.
BCA bangga dapat kembali berpartisipasi dalam Kawan Nusantara dan menghadirkan karya pelaku usaha binaan Bakti BCA sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas Indonesia.
Pihaknya percaya, sinergi multipihak menjadi kunci untuk mendorong industri kreatif terus berkembang, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal.
“Ke depan, BCA akan terus berperan sebagai jembatan bagi pelaku kreatif untuk meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan membawa karya Indonesia semakin berdaya saing di tingkat global,” ujar Hera F. Haryn.
Selain instalasi seni, Kawan Nusantara Bali 2026 juga menampilkan koleksi Artwear “EVOLUSI” yang terdiri atas 48 karya perhiasan meliputi anting, subeng, bros, sirkam, kalung, dan gelang dengan ragam motif seperti Canang, Macan, Sinar, serta Bunga & Kupu-kupu.
Acara ini turut dimeriahkan oleh kolaborasi bersama sejumlah jenama kreatif lokal seperti Bali Sama Sama, Flirt Bali, Indigo Kids, Nina MG, Saka Sarongs, mitra Bakti BCA (Marista Santividya, Kampung Batik Gemah Sumilir, dan Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata), mitra binaan Sarinah (Sidamukti dan Batik Lasem), serta program Heroes of Heritage hasil kolaborasi Bakti BCA dan TULOLA bersama perajin Desa Wisata Taro, Bali.
Sementara itu, General Manager The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The National Heritage Collection, Ed Brea, menyambut baik kolaborasi budaya ini sebagai bagian dari upaya merawat warisan bangsa sekaligus memberikan ruang bagi para perajin lokal untuk terus berkarya.
“Identitas kami berakar kuat pada budaya Indonesia, yang tercermin melalui kehangatan dan ketulusan keramahtamahan khas Indonesia dalam setiap pengalaman yang kami hadirkan, sehingga Melalui kolaborasi ini, kami bangga dapat mengambil bagian dalam menjaga warisan budaya sekaligus memberikan ruang bagi para perajin Indonesia untuk terus berkarya… Inilah cara kami mewujudkan semangat Leaving Legacy,” ungkap Ed Brea.***

