Denpasar – Ketergantungan Bali pada sektor pariwisata konvensional tampaknya akan segera mendapat tandem baru yang kuat.
Ketua Bali Creative Board (BCB), Made Artana, menegaskan sektor ekonomi kreatif (ekraf) kini menjadi fokus utama yang terus diperkuat untuk menyokong dan memajukan roda perekonomian Pulau Dewata.
Sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan baru yang tidak kalah menjanjikan.
“Secara garis besar, kita ini kan sangat bergantung pada satu sektor (pariwisata). Sektor ini harus kita perkuat dengan sektor lain, dan bagi kita di Bali, ekonomi kreatif adalah kekuatan kita,” ujar Made Artana.
Untuk serius menggarap potensi ini, kolaborasi dengan pihak pemerintah terus dimatangkan. Ada beberapa langkah konkret yang saat ini sedang dalam proses:
Pemerintah daerah tengah menggodok Peraturan Daerah (Perda) khusus tentang ekonomi kreatif untuk memberikan payung hukum yang jelas bagi para pelaku usaha.
Pelebaran Kelembagaan:Instansi pemerintah yang menangani ekraf akan diperluas skalanya agar mampu mengakomodasi kebutuhan industri yang makin berkembang.
BCB aktif merangkul berbagai komunitas dan pelaku ekraf satu per satu untuk menyatukan visi dan membangun kekuatan kolektif.
Meski saat ini wadah formal yang memayungi seluruh pelaku ekraf secara menyeluruh masih dalam tahap penyempurnaan struktur organisasi, BCB optimistis gerakan ini akan menjadi “rumah besar” yang solid.
Langkah ini diharapkan mampu membawa ekraf Bali naik kelas dan menjadi pilar ekonomi yang tangguh di masa depan. ***

