Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali Saat Tangkil di Pura Bukit Mentik Bangli

Gubernur Wayan Koster kembali mengingatkan pentingnya penguatan kedudukan seluruh desa adat di Bali.

2 Oktober 2026, 04:36 WIB

Bangli – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen kuatnya untuk terus menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Koster saat menghadiri prosesi Muspayang Bhakti Nganyarin yang merupakan rangkaian upacara Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Kamis (1/10) sore.

Dalam kesempatan bersembahyang bersama tersebut, Gubernur Koster menyampaikan Pura Bukit Mentik memegang peranan vital sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali.

Menurutnya, pura yang berada di kawasan dataran tinggi ini memiliki nilai spiritual, historis, dan kultural yang tinggi, sehingga kelestariannya harus senantiasa dijaga oleh seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah.

Lebih lanjut, Koster menyoroti bahwa kawasan Kintamani dianugerahi keindahan alam dan sumber daya ekologis yang sangat besar, terutama dengan keberadaan Gunung dan Danau Batur.

Kekayaan alam dan spiritual tersebut, kata dia, merupakan anugerah yang harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap lestari dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat Bali secara luas.

“Ini harus kita rawat dengan baik agar kelestariannya tetap terjaga bagi generasi masa depan,” tegas Gubernur Koster di hadapan para pemedek dan tokoh masyarakat setempat.

Gubernur asal Sembiran, Buleleng, ini juga mengungkapkan bahwa dirinya memberikan perhatian dan fokus yang sangat serius terhadap arah pembangunan di Kabupaten Bangli.

Menurutnya, setiap kebijakan pembangunan fisik harus selalu berjalan selaras dan seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan alam, adat istiadat, seni budaya, serta tatanan kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Komitmen strategis tersebut, imbuh Koster, merupakan bagian integral dari implementasi haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan.

Ia menekankan  arah pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik dan kemajuan ekonomi semata, melainkan juga harus memastikan Pulau Dewata tetap ajeg berkat kekuatan fondasi adat dan tradisi yang dimilikinya.

“Mari kita bersama-sama menjaga Bali agar tetap ajeg, harmonis, dan bermartabat,” ujarnya.

Menutup rangkaian pesannya, Gubernur Koster kembali mengingatkan pentingnya penguatan kedudukan seluruh desa adat di Bali.

“Desa adat dinilai memiliki posisi dan peran yang sangat strategis sebagai benteng utama dalam mempertahankan nilai-nilai luhur budaya, kearifan lokal, serta keharmonisan kehidupan sosial kemasyarakatan di Bali ke depan. ***

Berita Lainnya

Terkini