Cegah Kerusakan Ekosistem, Ketua Demokrat Bali Serukan Aksi Nyata Jaga Kebersihan Danau

Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta Made Mudarta mengingatkan menjaga kebersihan dan kelestarian alam merupakan kewajiban bersama agar keindahan alam Bali tetap bisa dinikmati oleh anak cucu di masa mendatang

25 Juli 2026, 22:13 WIB

Bangli – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dipusatkan di kawasan dataran tinggi Kintamani, Kabupaten Bangli, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, menyampaikan perlunya menjaga kelestarian alam dan lingkungan perairan darat, khususnya kawasan danau yang memiliki nilai ekologis dan filosofis tinggi bagi masyarakat Bali.

Di sela-sela kegiatan peringatan tersebut, Made Mudarta menyoroti posisi geografis dan filosofis danau di Bali yang berada di dataran tinggi, diibaratkan sebagai mangkuk air atau mangkuk tirta.

Menurutnya, letak yang paling tinggi menuntut kesucian dan kebersihan kawasan tersebut untuk terus dijaga demi kelangsungan hidup dan kemanfaatan bersama bagi masyarakat luas.

Selain aspek konservasi, Mudarta juga menyoroti potensi ekonomi kerakyatan yang dapat dikembangkan dari kawasan perairan tersebut.

Penebaran benih ikan berkualitas tinggi di kawasan danau dinilai mampu mendongkrak pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta sektor pariwisata berbasis alam.

Di sini kan UMKM tumbuh, tumbuh pesat. Dengan adanya ikan-ikan yang besar, masyarakat di sini bisa memancing, sudah itu bisa menjualnya kepada masyarakat atau wisatawan yang datang berkunjung ke sini,” ujar Made Mudarta.

Ia optimis keberadaan stok ikan yang memadai akan menarik minat para pemancing dan wisatawan, yang pada gilirannya memberikan multiplier effect bagi perekonomian warga sekitar melalui transaksi perdagangan hasil tangkapan ikan.

Dalam kesempatan tersebut, Mudarta juga mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi di beberapa titik pinggir danau yang masih diwarnai oleh persoalan sampah.

Ia mengingatkan agar masyarakat dan pengunjung lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan demi mencegah dampak buruk bagi ekosistem sekitar.

“Setelah melihat langsung kondisi pinggir danau, ada sampah segala macam yang merusak pandangan kepada masyarakat sekitar dan pengunjung. Kita berharap masyarakat di sini utamanya menjaga. Ini kan keindahan alam yang tidak ada duanya, diciptakan oleh Tuhan,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Made Mudarta mengingatkan menjaga kebersihan dan kelestarian alam merupakan kewajiban bersama agar keindahan alam Bali tetap bisa dinikmati oleh anak cucu di masa mendatang.

Kerusakan ekosistem, seperti menyusutnya volume air atau hilangnya populasi ikan, diyakini akan berdampak langsung pada penurunan minat kunjungan wisatawan.

“Tugas kita hanya menjaga dan merawat ciptaan Tuhan yang sangat luar biasa ini. Mari bersama-sama kita jaga agar danau tetap indah dan asri, demi kelangsungan ekosistem dan masa depan pariwisata Bali,” pungkasnya. ***

 

Berita Lainnya

Terkini