Tinjau Danau Batur, Gubernur Koster dan Pangdam IX/Udayana Dorong Penanganan Pendangkalan dan Pemulihan Ekosistem

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa menyampaikan keterlibatan prajurit TNI dalam pelestarian alam merupakan bagian utuh dari pengabdian kepada bangsa dan negara.

31 Oktober 2026, 09:42 WIB

Bangli -Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pangdam IX/Udayana dan Bupati Bangli meninjau langsung kondisi Danau Batur menggunakan perahu karet di kawasan Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (30/10/2026).

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan usai pelaksanaan upacara bersama untuk memetakan secara langsung persoalan serius seperti pendangkalan, sedimentasi, hingga tingkat pencemaran kawasan danau.

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi Pemulihan Ekosistem Danau Batur dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan dalam rangka program Bakti Lingkungan Hidup Menyatu dengan Alam.

Langkah nyata di lapangan ditunjukkan melalui pembersihan perairan dan kawasan sempadan, pembersihan gulma, pemasangan patok batas sempadan danau, hingga pengolahan sampah organik secara komprehensif.

Gubernur Koster menegaskan pentingnya penyelamatan kawasan ini karena Danau Batur memiliki peran yang sangat strategis bagi Bali.

Selain menjadi sumber air vital untuk pertanian, kebutuhan rumah tangga, dan kegiatan ekonomi, danau ini berfungsi sebagai penyangga ekosistem, habitat keanekaragaman hayati, sekaligus destinasi wisata berkelas dunia yang masuk dalam kawasan UNESCO Global Geopark Batur.

Menjaga kelestarian Danau Batur bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat. Berbagai persoalan seperti sampah, pencemaran, sedimentasi, perubahan tata guna lahan, hingga dampak perubahan iklim tidak dapat ditangani secara parsial.

“Diperlukan kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, desa adat, hingga komunitas lingkungan,” tegas Gubernur Koster.

Lebih lanjut, Koster menjelaskan bahwa pemulihan ekosistem Danau Batur merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru—khususnya nilai Danu Kerthi yang menekankan kelestarian sumber air.

Pemprov Bali berkomitmen memperkuat tata kelola lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber, penerapan ekonomi sirkular, rehabilitasi kawasan tangkapan air, serta pengembangan pertanian dan pariwisata ramah lingkungan yang memperhatikan daya dukung alam.

Sejalan dengan hal tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa menyampaikan keterlibatan prajurit TNI dalam pelestarian alam merupakan bagian utuh dari pengabdian kepada bangsa dan negara.

Tugas TNI tidak hanya berfokus pada pertahanan dan kedaulatan, tetapi juga hadir dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan menjaga ruang hidup.

“Pengabdian kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ungkap Mayjen TNI Made Putra Widiastawa.

Pangdam IX/Udayana juga menyoroti penanganan sampah organik agar dikelola secara berkelanjutan sehingga memiliki nilai guna bagi masyarakat.

Ia mendorong agar aksi lingkungan ini menjadi gerakan bersama yang membawa perubahan perilaku di tingkat keluarga dan masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial.

Menutupi peninjauan tersebut, Gubernur Koster mengajak seluruh pihak untuk mengambil langkah konkret secara konsisten demi menjaga sumber kehidupan serta warisan alam dan budaya Bali bagi generasi mendatang.

“Setiap tindakan kecil yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan dan kehidupan generasi mendatang,” tutup Koster.***

Berita Lainnya

Terkini