Bangli – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hj. Tutik Kusuma Wardani, S.M., M.M., menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai wujud nyata kehadiran dan kepedulian partai di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang diisi dengan aksi penghijauan, penebaran benih ikan di Danau Batur, serta pelepasan burung di kawasan Kintamani, Bangli, Jumat (24/7/2026).
Menurut Tutik, kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran individu, termasuk menjaga kebersihan kawasan danau dari ancaman sampah plastik dan pencemaran.
Kader Partai Demokrat, lanjutnya, diinstruksikan untuk senantiasa berada dekat dengan rakyat, mendengarkan aspirasi, serta memberikan teladan nyata dalam menjaga alam sekitar.
“Kepedulian lingkungan berarti menjaga sekitar kita, termasuk di Danau Batur ini dari sampah. Kader-kader Partai Demokrat harus selalu dekat dengan rakyat, mengajak masyarakat untuk peduli dan tidak membuang sampah sembarangan. Kita mesti edukasi dan memberikan contoh, bukan hanya lewat perintah, tetapi praktik langsung bersama warga,” ujar Tutik Kusuma Wardani di Kintamani.
Dalam kesempatan tersebut, Srikandi Partai Demokrat ini juga menyoroti pentingnya menjaga pilar utama pariwisata Bali, yaitu kebersihan (clean), kelestarian (green), dan keamanan (safe). Ia mengapresiasi tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali yang senantiasa menjalankan ritual keagamaan untuk menjaga keseimbangan alam, seraya menekankan perlunya tindakan nyata secara konsisten di lapangan.
Ia mengingatkan bahwa dampak kerusakan lingkungan, khususnya ketercemaran sumber air danau, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal di Kintamani, melainkan juga berdampak luas bagi kehidupan masyarakat di berbagai daerah yang bergantung pada pasokan air bersih.
Daya tarik utama Bali adalah lingkungan yang bersih, hijau, dan aman. Masyarakat Bali selalu melakukan ritual untuk menjaga lingkungan, sekarang mari kita aplikasikan secara nyata di tengah masyarakat. Dampak ketidakpedulian lingkungan akan dirasakan oleh kita semua, bukan hanya warga sekitar, tetapi juga masyarakat kota yang membutuhkan airnya,” tambahnya.
Tutik meyakini masyarakat Bali sangat terbuka untuk diajak berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan apabila didekati dengan edukasi yang baik serta keteladanan yang konsisten.
Inisiasi aksi sosial dan lingkungan dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat ini, menurutnya, merupakan bagian dari instruksi Ketua Umum Partai Demokrat agar para kader senantiasa hadir dan menyerap aspirasi di tengah-tengah warga.
“Ini adalah perintah dari Ketua Umum bahwa kader Demokrat harus selalu dekat dengan rakyat. Dari interaksi dan mendengarkan aspirasi warga itulah timbul ide-ide program nyata, seperti mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap kelestarian lingkungan,” pungkasnya.***

