Aksi Nyata Alfamart Lawan Stunting: Bagi-Bagi Telur Sambil Kasih Ilmu Gizi ke Ortu!

Peringatan Hari Anak Nasional dimanfaatkan Alfamart untuk menggelar sesi edukasi khusus di Kantor Desa Taman Bali, Kabupaten Bangli.

23 Juli 2026, 15:16 WIB

Bangli -Memperingati Hari Anak Nasional, Alfamart kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi stunting lewat program andalan mereka, Satu Telur Sehari (STS).

Nggak cuma sekadar bagi-bagi bantuan, program yang sudah berjalan selama empat tahun ini juga dibarengi dengan edukasi gizi langsung dari para ahli buat para orang tua.

Peringatan Hari Anak Nasional dimanfaatkan Alfamart untuk menggelar sesi edukasi khusus di Kantor Desa Taman Bali, Kabupaten Bangli. Sebanyak 35 anak dan orang tua antusias mengikuti kegiatan ini.

nutrisionis dari Puskesmas Bangli, Pande Putu Dian Pratiwi, membagikan tips penting seputar pemenuhan gizi anak/dok.istimewa

Seorang nutrisionis dari Puskesmas Bangli, Pande Putu Dian Pratiwi, membagikan tips penting seputar pemenuhan gizi anak. Menurutnya, protein hewani sangat wajib diberikan kepada anak sejak usia 6 bulan.

“Kaya protein hewani wajib diberikan sejak usia 6 bulan karena mengandung asam amino esensial lengkap, zat besi, dan zinc untuk mencegah stunting,” jelas Dian.

Ia juga menyarankan para orang tua untuk mengombinasikan dua jenis protein hewani dalam satu porsi makan—misalnya ayam dan telur, atau ikan dan daging sapi—tanpa harus melipatgandakan porsi makannya. Supaya si kecil tidak bosan, para orang tua juga diajari mengolah telur menjadi menu menarik seperti omelet sayur, sup telur, hingga telur gulung sayuran.

Makin Luas dari Tahun ke Tahun

Program Satu Telur Sehari menyasar anak usia 1 sampai 3 tahun yang terindikasi stunting berdasarkan data Dinas Kesehatan dan kader Posyandu. Selama enam bulan (mulai Mei 2026), setiap anak rutin mendapatkan satu butir telur setiap hari.

Jangkauan program ini terus meluas dari tahun ke tahun:

2022: 177.000 butir telur untuk 1.000 anak di 10 kabupaten/kota.

2024: 103.000 butir telur untuk 591 anak di 12 kabupaten/kota.

2025: 189.000 butir telur untuk 1.000 anak di 25 kabupaten/kota.

2026: Rekor terbesar dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur untuk 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengungkapkan kesuksesan program ini bukan cuma dilihat dari jumlah telur yang dibagikan, tapi juga dari perubahan pola pikir dan kebiasaan keluarga dalam merawat anak.

Berdasarkan data monitoring internal tahun 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat berhasil mengalami peningkatan berat badan sebagai tanda perbaikan gizi.

“Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang,” pungkas Rani.***

Berita Lainnya

Terkini