Libatkan 1.000 Seniman, FSBJ Kembali Hibur Masyarakat Bali

4 November 2020, 00:30 WIB

Denpasar – Dengan melibatkan sekira 1.000 seniman Festival Seni Bali
Jani (FSBJ) II tahun 2020 kembali digelar untuk menghibur masyarakat Bali,
nusantara hingga dunia.

Ajang ini, menampilkan 45 Sanggar/Komunitas/Yayasan seni se-Bali dan pekerja
seni. Isian FSBJ II meliputi: Pawimba (Lomba); Adilango (Pergelaran); Megarupa
(Pameran); Timbang Rasa (serasehan); Beranda Pustaka (Bursa Buku); dan
Penghargaan Bali Jani Nugraha.

Adapun pembukaan digelar 31 Oktober 2020 melalui daring. Agenda berlangsung
sepanjang 31 Oktober 2020 hingga 7 November 2020 ini disajikan secara virtual
di kanal youtube Disbud Prov. Bali.

Festival kali ini mengusung tagar utama #BaliArtsVirtual, di mana seluruh
rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui media virtual, dengan tetap
mengedepankan protokol kesehatan sebagai bagian dari ketentuan pelaksanaan.

Perhelatan FSBJ II 2020 ini terbilang istimewa, bukan hanya karena
diselenggarakan di tengah Pandemi COVID-19, namun juga sebagai konsistensi
jawaban atas permberlakuan Perda Nomor 4 tahun 2020 tentang Penguatan dan
Pemajuan Kebudayaan Bali yang diundangkan 9 Juli 2020, serta sejalan dengan
visi Pembangunan Provinsi Bali 2018-2023: Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui
Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Gubernur Bali Wayan Koster melalui penetapan regulasi dan penataan program
yang terpadu dan berkelanjutan, berkomitmen menjadikan Festival Seni Bali Jani
sebagai wahana apresiasi sekaligus upaya membangun ekosistem pemajuan seni
modern, kontemporer dan karya-karya inovatif lainnya.

Sejumlah nama penting dan mumpuni hadir sebagai Narasumber Timbang Rasa
(Sarasehan) dan Timbang Buku, diantaranya Dirjen Kebudayaan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Hilmar Farid, jurnalis senior Seno Joko
Suyono, Sha Ine Febriyanti, Dr. Tommy Awuy dan lain-lain.

Sarasehan juga mengetengahkan topik perihal tata kelola pameran seni virtual,
bersama narasumber Dr. Djuli Djati Prambudi dan Drs. Pustanto. Kurator FSBJ II
ini, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, mengungkapkan bahwa Festival kali ini
mengusung tajuk utama ‚Candika Jiwa: Puitika Atma Kerthi‛.

Ini bermakna semesta kreativitas terkini dalam ‚mencandikan‛ jiwa, spirit,
taksu, atau ide-ide cemerlang. Kegiatan apresiasi budaya yang digelar pertama
kali tahun 2019 ini berfokus pada ragam kesenian modern, kontemporer dan
kesenian yang bersifat inovatif.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, format
seni virtual ini diharapkan dapat menjangkau seluas-luasnya kemungkinan
kreatif, elaborasi dan eksplorasi terkait estetik, stilistik, teknik artistik
dan tematik berikut olah wahana atau media (penggunaan berbagai piranti media
baru/digital dalam proses dan penyajian).

Format penyelenggaraan festival secara virtual ini, ditegaskan Kun Adnyana,
merupakan sebentuk transformasi sosial bagi masyarakat Bali.

Ada proses alih pengetahuan dan keterampilan yang terjadi serentak di Bali,
yakni terkait proses persiapan dan produksi suatu pementasan karya seni
komunal secara daring, termasuk bagaimana cara publik menikmati serta
menghikmati sajian tersebut.

Ini bukan semata festival kesenian, melainkan juga sebuah upaya bersama
menjaga optimisme masyarakat di tengah rundungan berita tentang COVID-19.

Melalui program seni yang berkesinambungan secara terencana, terkelola, dan
terlaksana dengan baik, diharapkan menumbuhkan solidaritas masyarakat agar
peduli pada sesama. Sigap tanggap dalam menghadapi kesulitan dan problematik
sosial.

“Seni bukan hanya menghadirkan keindahan, melainkan juga seruan kesadaran,”
ujar Kun.

Terdapat 8 ragam Pawimba (Lomba) yang dihadirkan pada festival kali ini, yakni
Video TikTok Bali Jani (tingkat umum); Musikalisasi Puisi (tingkat umum);
Teater Modern (tingkat SMA/SMK); Seni Lukis (tingkat SMP/SLB); Naskah Drama
(tingkat umum); Vlog Kuliner Bali Jani (tingkat umum); Artikel Jurnalistik
(tingkat umum); dan Karya Cipta Fotografi (tingkat umum).

Pada pembukaan festival melalui kanal daring Youtube Disbud Prov. Bali akan
ditampilkan Adilango (Pergelaran) Seni Kolosal bertajuk ‚Malaikat Pencubit
Jiwa‚ berupa operet sajian Sanggar Kini Berseri berkolaborasi dengan komunitas
seni SMA/SMK.

Penutupan FSBJ II disemarakan “Alun Bali Bangkit”, kolaborasi musik Sanggar
Rareangon Sejati dengan Lolot Band, The Hydrant, Meiska Adinda, Blackstarboys,
Avara, Percussion Intrument, dan lain-lain.

Sejumlah komunitas seni terpilih akan turut mempresentasikan karya mereka
diantaranya Teater Kalangan, Sanggar Seni Gumiart, Gus Teja World Music,
Sanggar Silurbarong, Teater Mini, Komunitas Mahima, Seniman Klungkung Berani
(Sekuni).

Khusus Pameran Bali Megarupa serangkaian FSBJ II, dilangsungkan di Agung Rai
Museum of Arts (ARMA), Ubud, Bali, sedari 28 Oktober-10 November 2020. Tidak
kurang dari 45 perupa dan 1 komunitas mural menampilkan karya berupa mural,
video art, seni lukis, serta patung dan karya tiga dimensi lainnya.

Pembukaan akan dimaknai Performing Art Candika Jiwa: Melampaui Warna dan Rupa
dibawakan Yayasan Bumi Bajra Sandhi dengan sutradara sekaligus koreografer Ida
Ayu Wayan Arya Satyani.

Penutupan pada Selasa, 10 November 2020 dimaknai dengan Web Seminar, Candika
Jiwa: Melampaui Medium, Ruang dan Waktu. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini