Like It, Meningkatkan Literasi Keuangan untuk Kaum Milenial

3 Agustus 2021, 13:13 WIB
Agusnugroho kabarnusa
Gubernur BI, Perry Warjiyo membuka acara Literasi Keuangan Indonesia
Terdepan (Like It) secara virtual/Dok. Kabarnusa

Denpasar – Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa
Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerjasama dalam Forum
Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKPPPK)
menyelenggarakan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) secara
virtual, Selasa (3/8/2021).

Pelaksanaan ‘Like I’t merupakan upaya bersama untuk meningkatkan literasi
keuangan kepada generasi muda dan masyarakat dalam memperbesar basis investor
ritel serta mengembangkan sektor keuangan di Indonesia.

Inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui distribusi
pendapatan yang lebih merata, penurunan kemiskinan dan stabilitas sektor
keuangan.

Untuk mewujudkan sistem keuangan yang inklusif, sangat diperlukan peningkatan
literasi keuangan di masyarakat. Upaya meningkatkan tingkat literasi keuangan
bukan menjadi tugas satu atau dua pihak saja.

Hal ini merupakan tugas semua otoritas, dan perlu melibatkan semua
stakeholders, termasuk generasi muda dan masyarakat.

Saat pembukaan rangkaian acara Like It, Menkeu mengungkapkan, Kemenku
melakukan edukasi dan sekaligus memberikan pilihan instrument investasi bagi
masyarakat adalah kami menerbitkan Surat Berharga Negara dalam bentuk ritel
(SBN Ritel).

“SBN Ritel ini selalu kita pasarkan dan saya minta kepada Direktur Jenderal
Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko terus melakukan edukasi publik,
Alhamdulillah saya lihat kemajuanya sangat baik. Basis investor kita terus
meluas,” tuturnya.

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menempatkan dananya di instrumen
investasi yang aman tercermin dari meningkatnya penjualan SBN ritel di masa
pandemi.

Tercatat SBN ritel seri SBR010 yang diterbitkan di bulan Juli 2021 mencapai
rekor penjualan tertinggi sepanjang penerbitan SBN ritel non-tradable, baik
dari jumlah investor maupun nominal.

Dia menyampaikan, kemudahan untuk melakukan pemesanan secara online membuat
masyarakat menjadikan SBN ritel sebagai pilihan investasi yang utama di saat
masih terbatasnya mobilitas masyarakat.

“Dengan kita bisa memberi opsi investasi kepada masyarkat berupa SBN ritel,
mereka bisa melakukan seperti belanja online,” imbuhnya. Gubernur BI, Perry
Warjiyo menyampaikan, tiga alasan peran basis investor ritel sangat penting
dalam rangka mengembangkan pasar keuangan di Indonesia.

Pertama, perlu investor ritel untuk membangun negeri dan menginvestasikan dana
untuk negeri. Kedua, dengan semakin banyaknya partisipasi dari investor ritel,
tingkat perputaran uang akan baik sehingga mendukung efektivitas kemajuan
ekonomi.

Ketiga, basis investor ritel sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan
ekonomi, khususnya pasar keuangan. Hal ini merupakan bagian dari reformasi
struktural.

Semakin banyak investor ritel, pasar keuangan akan semakin kuat dalam
menghadapi ketidakpastian perekonomian gobal. BI juga turut berkontribusi
mendorong pendalaman pasar keuangan baik melalui pengembangan instrumen pasar
uang dan pasar valas, serta infrastruktur pasar keuangan.

“Investor ritel, kami butuh Anda. Untuk negara, untuk ekonomi dan pasar
keuangan,juga untuk Anda sendiri”, tegas Perry Warjiyo.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mendorong peningkatan literasi
keuangan sejalan bertambahnya jumlah investor individu yang membeli berbagai
instrumen investasi keuangan.

Seperti jumlah investor di pasar modal yang meningkat menjadi 5,60 juta (96%
yoy) pada Juni 2021 dan didominasi oleh investor ritel terutama kalangan
milenial yang mencapai 70%.

Literasi keuangan menjadi aspek penting bagi investor ritel yang menjadi
follower di pasar modal sehingga dapat melindungi investor dari investasi
ilegal dan memitigasi investasi yang hanya berorientasi pada keuntungan jangka
pendek yang tinggi tanpa mempertimbangkan risiko, aspek legalitas produk serta
aspek kewajaran penawaran.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, terciptanya
pasar keuangan yang efisien dan dalam akan meningkatkan efisiensi pasar
keuangan serta memperluas jangkauan pasar keuangan ke seluruh lapisan
masyarakat melalui kemudahan akses dan pilihan investasi yang beragam.

Pasar keuangan yang efisien dan dalam akan turut mendukung terwujudnya
stabilitas sistem keuangan yang lebih baik. “Saat ini, semua bank yang
beroperasi di Indonesia telah menjadi peserta penjaminan LPS, baik bank umum
maupun BPR/BPRS,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemerintah terus mengembangkan instrumen inovatif lainnya untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat dalam berinvestasi di pasar keuangan.

Tidak hanya mewujudkan sektor keuangan Indonesia yang inklusif, partisipasi
generasi muda dan masyarakat dalam berinvestasi dapat mendorong kemandirian
bangsa untuk pembiayaan pembangunan di Indonesia dan menjadi penunjang
stabilitas sektor keuangan yang lebih kuat.

Like It merupakan series kegiatan literasi diinisiasi dengan kolaborasi
bersama dan digelas secara bergantian oleh FKPPPK.

Series literasi ini akan memberikan pemahaman mengenai produk atau investasi
di surat berharga negara, produk pasar modal serta bagaimana mengelola
keuangan secara bijak.

Rangkaian kegiatan Like It merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antar
otoritas dalam upaya mendorong literasi keuangan, meningkatkan basis investor
ritel, dan mengembangkan sektor keuangan Indonesia. (ags)

Artikel Lainnya

Terkini