Wamen Ni Luh Puspa: Kunci Masa Depan Pariwisata Kita Adalah Kesiapan Produk

Wamen Ni Luh Puspa menyatakan fokus utama Indonesia kini harus bergeser dari sekadar mengejar volume menjadi mengejar kualitas pertumbuhan.

31 Mei 2026, 10:47 WIB

Nusa Dua – Perhelatan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 resmi berakhir dengan catatan manis. Ajang abusiness-to-business (B2B) bergengsi ini berhasil mengumpulkan potensi transaksi mencapai Rp6,9 triliun.

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, menegaskan pencapaian transaksi ini adalah momentum bagi pelaku industri untuk tidak lagi terpaku pada jumlah kunjungan semata.

Menurutnya, fokus utama Indonesia kini harus bergeser dari sekadar mengejar volume menjadi mengejar kualitas pertumbuhan.

Pariwisata Indonesia harus tumbuh dengan kualitas, bukan sekadar volume. Karena itu, kesiapan destinasi menjadi sangat penting,” ujar Ni Luh Puspa saat memberikan pernyataan dalam penutupan BBTF 2026 di Bali, Sabtu (30/5/2026).

Ni Luh Puspa menyoroti,  kesiapan sebuah destinasi mencakup banyak aspek fundamental. Mulai dari kualitas produk wisata yang ditawarkan, standar pelayanan yang prima, hingga kesiapan infrastruktur.

Baginya, sebuah destinasi harus mampu memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan memberikan nilai lebih bagi setiap wisatawan yang datang.

Pemerintah juga terus mendorong pendekatan dengan berbagai maskapai penerbangan untuk memperkuat konektivitas.

“Tujuannya agar produk-produk pilihan dari berbagai destinasi di Indonesia, yang kita tampilkan di Indonesia Pavilion, benar-benar siap dipasarkan kepada audiens global,” tambahnya.

Pernyataan Wamen Ni Luh Puspa ini sejalan dengan dinamika pasar global yang kini semakin selektif. Para pembeli (buyer) internasional tidak hanya mencari destinasi yang indah, tetapi juga destinasi yang dikelola dengan baik, memiliki narasi yang kuat, dan standar layanan yang konsisten.

BBTF 2026 sendiri telah menjadi wadah bagi pemerintah dan pelaku industri untuk menyatukan visi tersebut.

Dengan berakhirnya acara ini, fokus kini beralih pada tindak lanjut kontrak bisnis dan penguatan kemitraan jangka panjang.

Sebagai langkah konkret menuju masa depan, penyelenggara BBTF telah menetapkan tema untuk tahun 2027 mendatang, yakni “Bali & Beyond: Regenerative Travel, Elevated”.

Tema ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa pariwisata Indonesia ke depan harus mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi lokal, sekaligus membawa pariwisata Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. ***

Berita Lainnya

Terkini