Denpasar – Optimisme konsumsi masyarakat Bali pada Maret 2026 tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang mencapai 123,8 atau tumbuh 5,1% secara tahunan.
Secara bulanan, indeks juga naik 0,5% berkat momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri yang mendorong peningkatan belanja bahan bakar, sandang, serta makanan dan minuman.
Survei Penjualan Eceran (SPE) terhadap 100 pengecer di Denpasar menunjukkan subsektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah barang farmasi dan kosmetik (+2,4%), bahan bakar kendaraan bermotor (+1,5%).
Kemudian, peralatan informasi dan komunikasi (+1,5%). Inflasi Bali tetap terkendali di level 2,81% (yoy), masih dalam sasaran nasional 2,5±1%. Kredit perdagangan pun tumbuh 1,46% hingga Februari 2026.
Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) memperlihatkan prospek cerah, dengan proyeksi Mei 2026 sebesar 174 dan Agustus 2026 mencapai 194, keduanya berada di zona optimis.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Bank Indonesia bersama TPID terus melanjutkan kebijakan suku bunga, subsidi BBM, dan operasi pasar murah agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan,” tandas Erwin Soeriadimadja. ***

