Yogyakarta -Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat ini tengah menelusuri kabar viral di media sosial mengenai dugaan pelanggaran etika akademik yang melibatkan sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai alumni mereka dalam sebuah konferensi internasional di Denmark.
Meski nama-nama tersebut ditemukan dalam database kampus, pihak UNY belum bisa memastikan kebenarannya karena adanya kejanggalan identitas.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto, menyoroti adanya ketidaksesuaian data yang mencolok.
Sebagai contoh, ada nama yang di media sosial disebut berasal dari “Departemen Transplantasi Hati” UNY, padahal kampus tersebut tidak memiliki departemen maupun program studi terkait.
Selain itu, terdapat pula alumni jurusan Matematika yang justru tercatat dalam publikasi bidang kedokteran dalam konferensi tersebut, yang secara logika pendidikan tentu tidak lazim.
Saat ini, UNY memilih untuk berhati-hati dan tidak ingin terburu-buru memberikan kesimpulan agar tidak terjadi fitnah atau kesalahan identifikasi.
Pihak kampus tengah melakukan klarifikasi informal karena orang-orang yang bersangkutan diketahui masih berada di Copenhagen dan baru akan kembali ke tanah air akhir pekan ini.
UNY juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Inspektorat Jenderal untuk menangani masalah ini.
Jika nantinya ditemukan bukti pelanggaran etika akademik, pihak kampus memastikan akan memprosesnya melalui komite etik dan Unit Layanan Bantuan Hukum (ULBH).
UNY menegaskan bahwa jika pun terbukti mereka adalah alumni, tindakan tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan akademik mereka saat masih berkuliah di UNY.***

