KKP Dorong Arwana Super Red Tembus Pasar Dunia Lewat Kontes Internasional di Pontianak

APPS International Arowana Contest 2026 di Pontianak Convention Centre, Kalimantan Barat. menampilkan ratusan Arwana Super Red terbaik dari berbagai negara dan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

2 Juni 2026, 13:04 WIB

Pontianak – Sektor ikan hias kembali jadi sorotan setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung penyelenggaraan APPS International Arowana Contest 2026 di Pontianak Convention Centre, Kalimantan Barat.

Ajang ini menampilkan ratusan Arwana Super Red terbaik dari berbagai negara dan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Sarmintohadi, menegaskan kontes internasional ini bukti keberhasilan membangun kolaborasi lintas negara antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha.

“Kami berharap kegiatan ini mendorong pengembangan sektor ikan hias sekaligus memperkuat komitmen terhadap konservasi dan perdagangan yang legal serta berkelanjutan,” ujarnya.

Sebanyak 192 ekor Arwana Super Red dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, China, Taiwan, dan Vietnam ikut serta dalam kompetisi bergengsi ini.

Diselenggarakan Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk bersama Mayin International, acara ini menjadi wadah mempertemukan komunitas arwana internasional sekaligus memperkuat jejaring perdagangan ikan hias yang sah dan berkelanjutan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menambahkan daerahnya memiliki keunggulan sebagai habitat asli arwana merah.

“Ikan siluk yang merah dan indah hanya ada di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Di luar daerah ini ada, tapi tidak seindah yang berasal dari sini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, menekankan Arwana Super Red asal Kalimantan Barat merupakan salah satu ikan hias paling bernilai di pasar internasional. Warna merah cerah, bentuk tubuh elegan, dan sisik khas membuatnya diminati kolektor dunia.

Namun, ia mengingatkan ekspor arwana harus mengikuti regulasi ketat karena spesies ini masuk dalam Appendiks I CITES dan dilindungi penuh oleh aturan nasional.

Selain menjadi ajang kompetisi, kontes internasional ini juga berfungsi sebagai sarana promosi strategis. Antusiasme peserta dan dukungan multipihak menunjukkan bahwa arwana Indonesia punya potensi besar sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi. ***

 

Berita Lainnya

Terkini