Perkuat Ekosistem Digital Nasional, Telkom Fokuskan Tiga Pilar Strategis di Bali Tech Week 2026

Nanang Hendarno menegaskan keberhasilan transformasi tidak lagi diukur hanya dari ketersediaan fisik jaringan, melainkan dari sejauh mana kapabilitas teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan keamanan siber dapat mendongkrak efisiensi serta produktivitas industri nasional.

19 Oktober 2026, 10:46 WIB

Denpasar – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat akselerasi teknologi dan penguatan ekosistem digital nasional melalui penerapan tiga pilar strategis berbasis teknologi masa depan.

Strategi ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, dalam ajang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Bali Tech Week 2026 yang diselenggarakan di The Meru Sanur, Denpasar, Senin (19/10/2026).  

Dalam paparannya, Nanang menjelaskan arah transformasi digital dan inovasi teknologi saat ini mengalami pergeseran paradigma.

Keberhasilan transformasi tidak lagi diukur hanya dari ketersediaan fisik jaringan, melainkan dari sejauh mana kapabilitas teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan keamanan siber dapat mendongkrak efisiensi serta produktivitas industri nasional.  

Transformasi digital bukan lagi sekadar soal kelimpahan infrastruktur maupun pensifilan teknologi semata.

“Tantangan iptek saat ini adalah bagaimana kita memanfaatkannya (leverage) untuk memperkuat daya saing dan produktivitas global industri, membuka peluang ekonomi berbasis teknologi baru, serta memberikan manfaat yang inklusif bagi masyarakat,” ujar Nanang.  

Guna memperkuat ekosistem digital berbasis iptek di Indonesia, Telkom memfokuskan pengembangan pada tiga pilar strategis utama:  

Pertama, Infrastruktur Digital Berdaulat (Sovereign Digital Infrastructure)

Pengembangan infrastruktur telekomunikasi mutakhir difokuskan untuk mengikis kesenjangan digital (digital divide). Melalui optimalisasi program Universal Service Obligation (USO) di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Telkom memastikan keandalan jaringan konektivitas end-to-end dari Sabang hingga Merauke sebagai pondasi utama masyarakat digital.  

Kedua, Kecerdasan Buatan dan AI Berdaulat (Sovereign Intelligence and AI)

Telkom mengorkestrasi ekosistem AI terpadu dari hilir ke hulu untuk memacu inovasi lokal dan efisiensi operasional. Penerapan komputasi berkinerja tinggi (high-performance computing) dan AI ini dirancang untuk mendongkrak produktivitas korporasi sekaligus mengakselerasi digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  

Ketiga, Keamanan dan Ketahanan Digital Berdaulat (Sovereign Trust and Resilience)

Menghadapi kompleksitas ancaman siber (cyber threats) yang terus berkembang, Telkom membangun arsitektur ekosistem digital yang adaptif, andal, dan aman. Langkah ini mengukuhkan posisi Telkom sebagai mitra teknologi tepercaya bagi sektor pemerintahan maupun industri.  

Selain penguatan ekosistem domestik, Telkom juga memperluas infrastruktur rute data internasional. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat posisi strategis Indonesia sebagai digital hub dan pusat lalu lintas data global di kawasan Indo-Pasifik.  

“Di Bali Tech Week 2026 ini, kami menegaskan bahwa masa depan teknologi dipengaruhi oleh kemitraan dan kapabilitas yang kita bangun bersama. Kita tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga membangun kapasitas bangsa Indonesia untuk menentukan masa depan digitalnya sendiri,” pungkas Nanang. ***

Berita Lainnya

Terkini