Potensi Pasar Bali Menjanjikan, Asus Genjot Penjualan Laptop Bisnis dan Lini Ultra Berbasis AI

Head of Public Relations and Corporate Communications ASUS Indonesia Muhammad Firman menjelaskan para pelaku usaha di Bali kian menyadari pentingnya menggunakan perangkat yang dirancang khusus untuk kebutuhan profesional, bukan sekadar laptop konsumer biasa yang mengunggulkan estetika desain semata.

30 Juli 2026, 15:15 WIB

Badung– Pasar perangkat komputasi di Bali menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif, didorong oleh tingginya aktivitas sektor usaha, UMKM, hingga perusahaan multinasional.

ASUS Indonesia membidik target ambisius dengan memperkuat penetrasi lini laptop bisnis dan seri premium ultra yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hal tersebut diungkapkan oleh Muhammad Firman, Head of Public Relations and Corporate Communications ASUS Indonesia saat media gathering di Swissbell Hotel Pecatu, Badung Kamis 30 Juli 2026.

Menurutnya, Bali memiliki karakteristik pasar yang unik dengan kebutuhan spesifik terhadap perangkat komputasi yang memiliki tingkat ketahanan (durability) dan keamanan (security) yang tinggi dibandingkan lini konsumen biasa.

Pertumbuhan berbagai sektor usaha di Bali membuka peluang besar bagi penetrasi laptop kelas bisnis.

Muhammad Firman menjelaskan para pelaku usaha di Bali kian menyadari pentingnya menggunakan perangkat yang dirancang khusus untuk kebutuhan profesional, bukan sekadar laptop konsumer biasa yang mengunggulkan estetika desain semata.

Dengan banyaknya bisnis di Bali dari berbagai sektor, kami melihat potensi mereka bisa memanfaatkan laptop bisnis dibandingkan laptop consumer yang biasa. Dari sisi performance atau design mungkin bersaing, tetapi dari sisi security maupun durability tidak sebaik dan sekuat laptop bisnis.

“Makanya kami ingin menggarap ini, karena di Bali kami melihat banyak sekali UMKM dan multinational company yang punya cabang di mana-mana,” ujar Firman.

Kontribusi wilayah Bali sendiri saat ini menempati jajaran 10 besar pasar nasional ASUS, bersaing ketat dengan wilayah-wilayah strategis lainnya seperti Jabodetabek yang masih memegang porsi 30 hingga 35 persen, disusul Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat, serta kawasan Indonesia Timur dan Nusa Tenggara. Peringkat Bali di tingkat nasional biasanya berada di posisi 6 atau 7, bergantung pada dinamika performa daerah masing-masing.

Menjawab tantangan era modern, ASUS turut menghadirkan inovasi mutakhir pada lini ultrabook premium seperti ASUS ExpertBook Ultra dan jajaran ASUS Zenbook Pro.

Perangkat ini tidak hanya menawarkan performa tinggi, tetapi juga dirancang untuk mendukung pemrosesan Agentic AI secara offline tanpa memerlukan koneksi internet, berkat dukungan memori RAM besar berkapasitas hingga 64 GB yang sebagian besar dapat dialokasikan untuk VRAM.

“Bahkan teknologi baru kami di ASUS Zenbook Pro bisa melakukan Agentic AI secara offline tanpa perlu connect internet, pakai Google Gemini 4. Dari RAM 64 GB laptopnya, sampai 56 GB-nya bisa dipakai untuk VRAM yang sangat dibutuhkan oleh AI. Jadi performanya sangat tinggi untuk sebuah laptop tipis,” jelas Firman.

Terkait tren kenaikan harga komponen global seperti RAM, SSD, dan prosesor yang dipicu oleh tingginya permintaan industri kecerdasan buatan, ASUS menyiasatinya dengan strategi penetapan harga yang kompetitif dan terukur.

Sebagai contoh, varian tertinggi ASUS ExpertBook Ultra yang dibekali prosesor Core i7, RAM 64 GB, dan SSD 2 TB dipasarkan di kisaran harga Rp82 juta.

Nilai ini dinilai jauh lebih kompetitif jika dibandingkan dengan produk sejenis dari merek lain yang baru memasuki pasar pada pertengahan tahun dengan rentang harga di atas Rp100 juta.

Harga laptop ke depan bakal akan naik terus karena perang yang tidak selesai-selesai, serta teknologi AI yang makin masif memakan kapasitas RAM dan SSD.

“Strategi kami adalah menghadirkan varian fleksibel dengan nilai kompetitif terbaik di kelasnya untuk memberikan solusi bagi konsumen,” tambah Firman.

Dengan strategi penetrasi yang agresif serta ketersediaan lini produk yang bervariasi mulai dari kelas entry-level hingga premium, ASUS optimis dapat mencapai target penjualan ribuan unit hingga penghujung tahun mendatang di pasar Indonesia, termasuk memperkuat cengkeramannya di wilayah Bali. ***

Berita Lainnya

Terkini