Denpasar – Startup edtech asal Bali, Drillo, sukses menyabet tiket fast track untuk melenggang langsung ke jajaran 20 besar teknopreneur nasional pada ajang NextDev ke-12 yang digelar oleh Telkomsel.
Keberhasilan ini diraih usai Drillo menyingkirkan kompetitor lokal dalam ajang Pitching Battle rangkaian Roadshow NextDev ke-12 di Denpasar.
Pencapaian tersebut menegaskan potensi besar inovasi teknologi dari Bali dalam menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya di sektor pendidikan.
Drillo hadir membawa platform persiapan ujian berbasis asesmen dan AI yang dirancang untuk membantu siswa mengidentifikasi kebutuhan belajar secara presisi serta memperoleh rekomendasi latihan soal yang personal.
Perwakilan Drillo.id, Syifa, mengungkapkan rasa syukur dan optimismenya atas keberhasilan tim melaju ke tahap nasional ajang impact incubator tersebut.
Dia sangat bersyukur dan antusias mendapat kesempatan melaju ke tahap berikutnya dalam NextDev ke-12.
“Melalui Drillo, kami ingin menghadirkan solusi pendidikan berbasis AI yang tidak hanya menyediakan latihan soal, tetapi juga membantu siswa dan sekolah menganalisis hasil ujian untuk mengetahui kemampuan yang perlu ditingkatkan,” ujar Syifa.
Saat ini, platform Drillo telah mengimplementasikan teknologinya melalui kemitraan bersama delapan sekolah di Bali dan telah menjangkau lebih dari 1.900 siswa.
Keikutsertaan dalam NextDev diharapkan mampu mengakselerasi jangkauan dampak teknologi mereka ke skala yang lebih luas.
“Kami berharap melalui NextDev, inovasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan,” tambah Syifa.
Sesi Pitching Battle di Denpasar sendiri menjadi bagian dari Roadshow NextDev ke-12 yang menyasar enam kota besar di Indonesia, meliputi Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta.
Dalam gelaran di Bali, Drillo berkompetisi bersama dua perintis teknologi lokal lainnya, yakni Tripbone (platform pariwisata berbasis AI) dan CABE Akademi (platform penyaluran talenta digital berbasis proyek nyata).
Program NextDev ke-12 yang mengusung tema “AI-Powered Innovations” ini hadir sebagai ruang inkubasi bagi startup digital yang berfokus pada dampak sosial dan lingkungan. Langkah Telkomsel memperkuat pemanfaatan AI lokal ini menjadi krusial di tengah penurunan investasi startup nasional hingga 94,8 persen sepanjang 2021–2025, serta porsi pendanaan AI Indonesia yang baru menyerap 4 persen dari total pendanaan AI di Asia Tenggara.
General Manager Household Consumer Business Region Bali Nusra Telkomsel, Ricky Erickson Panggabean, menegaskan bahwa NextDev disiapkan untuk mendampingi para inovator daerah agar dapat mengembangkan fundamental bisnis yang matang dan berkelanjutan.
NextDev menjadi wadah bagi para technopreneur untuk membuktikan bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjawab persoalan nyata.
“Sebagai impact incubator, NextDev akan mendampingi mereka memperkuat teknologi, bisnis, dan dampak, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel,” kata Ricky.
Sebagai pemenang tiket fast track, Drillo bersama 19 technopreneur terpilih lainnya dari seluruh Indonesia akan mengikuti tahap validasi dan pitching lanjutan.
Nantinya, 10 peserta terbaik berhak melangkah ke babak NextDev Academy untuk mendapatkan pendampingan intensif dari para ahli di bidang AI, keuangan, pemasaran, hingga peluang integrasi komersial bersama unit bisnis Telkomsel sebelum tampil di NextDev Summit 2027.**

