Sri Sultan Resmikan Pendidikan Khas Kejogjaan, Generasi Muda Didorong Jadi ‘Jalma Kang Utama’

Sri Sultan HB X menekankan pendidikan tidak cukup hanya melahirkan individu berprestasi akademik melainkan bagaimana membentuk manusia utuh yang tidak tercerabut dari akar budayanya.

5 Mei 2026, 19:49 WIB

Yogyakarta – Pemerintah Daerah DIY resmi meluncurkan program Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) sebagai langkah memperkuat karakter generasi muda lewat nilai budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Acara peluncuran digelar di SMA Negeri 6 Yogyakarta, Senin (4/5), dipimpin langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Program ini diarahkan untuk membentuk “Jalma Kang Utama”, yakni sosok manusia unggul yang cerdas, matang secara batin, dan berperilaku luhur.

Dalam sambutannya, Sri Sultan menekankan pendidikan tidak cukup hanya melahirkan individu berprestasi akademik. Tantangan sesungguhnya adalah membentuk manusia utuh yang tidak tercerabut dari akar budayanya.

PKJ, menurut Sri Sultan , bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan kebudayaan berlandaskan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana, yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Sultan juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai proses pembudayaan. Ia berharap PKJ mampu melahirkan generasi berjiwa satriya dengan karakter sawiji, greget, sengguh, lan ora mingkuh—nilai-nilai yang diyakini dapat membentuk pribadi membawa ketenteraman bagi lingkungan.

Keberhasilan pendidikan karakter, lanjutnya, tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah, melainkan harus melibatkan keluarga, masyarakat, hingga sinergi Kraton, Kampus, dan Kampung.

Peluncuran PKJ disebut sebagai tonggak penting pergeseran dari konsep menuju implementasi nyata.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikpora DIY Muhammad Setiadi melaporkan bahwa evaluasi awal menunjukkan hasil positif, dengan indeks karakter peserta didik mencapai skor 4,1 dari skala 5.

Program ini telah melalui proses panjang sejak 2019, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan menghasilkan empat buku panduan untuk jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

PKJ mengintegrasikan nilai-nilai dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Pakualaman, Taman Siswa, NU, dan Muhammadiyah, dipadukan dengan pendekatan pendidikan modern.

Implementasinya tidak hanya berupa materi pembelajaran, tetapi juga diterapkan dalam budaya sekolah dan kehidupan sehari-hari.

Ke depan, program ini akan diterapkan bertahap mulai dari PAUD hingga SMA/SMK di seluruh DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan serta kolaborasi lintas sektor.

Dengan peluncuran ini, Pemda DIY berharap pendidikan berbasis budaya dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang unggul secara intelektual sekaligus berkarakter, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas. ***

Berita Lainnya

Terkini