Tangguh Hadapi Rob, Desa Banjarsari Sayung Masuk 15 Besar Desa Lunas Pajak Tercepat di Demak

Kepala Desa Banjarsari, Haryanto, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong melunasi kewajiban pajak tepat waktu.

7 November 2026, 07:48 WIB

Demak – Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, kembali mengukir prestasi di tingkat daerah. Setelah dikenal luas sebagai Desa Mandiri Peduli Mangrove dengan kawasan konservasi mangrove terbesar di Kabupaten Demak, Desa Banjarsari kini berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu Desa Lunas Pajak Tercepat Tahun Pajak 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan secara resmi dalam ajang Gebyar Pajak Daerah Kabupaten Demak.

Pada apresiasi tahun ini, Desa Banjarsari sukses masuk dalam jajaran 15 besar desa tercepat dalam melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) se-Kabupaten Demak, tepatnya berada di posisi ke-14 bersanding dengan desa-desa lain seperti Desa Kedung Karang, Tedunan, dan Jatisongo.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Demak, Hj. dr. Eist’ianah, S.E., dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, H. Ahmad Sugiharto, S.T., M.T. Kepala Desa Banjarsari, Haryanto, hadir secara langsung di atas panggung untuk menerima piagam serta plakat penghargaan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Banjarsari, Haryanto, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong melunasi kewajiban pajak tepat waktu.

“Alhamdulillah, ini bukti bahwa warga Banjarsari meski diterpa rob dan menjadi desa terendam, tetap taat pajak dan peduli pembangunan. Pajak yang dibayar warga kembali lagi untuk pembangunan desa, jalan, dan lingkungan,” ujar Haryanto saat menerima penghargaan di atas panggung.

Lebih lanjut, Haryanto menjelaskan bahwa capaian positif ini tidak lepas dari kerja keras jajaran perangkat desa, pengurus RT/RW, serta tingginya kesadaran warga.

Penerapan sistem pelayanan jemput bola dinilai efektif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pembayaran pajak merupakan bentuk partisipasi pembangunan yang nyata.

“Desa yang taat pajak adalah desa yang mandiri. Kami ingin Banjarsari tidak hanya dikenal sebagai desa tangguh iklim dengan mangrove terbesar, PLTS Mandiri Energi, dan Desalinasi air minum, tapi juga desa yang tertib administrasi dan taat pajak,” tambah Haryanto.

Capaian ini semakin melengkapi transformasi Desa Banjarsari sebagai percontohan desa pesisir yang terus bertumbuh.

Dari desa yang sebelumnya terancam banjir rob dan tertinggal, Banjarsari kini bertransformasi menjadi desa inspiratif yang mengusung semangat Taat Pajak, Peduli Mangrove, Mandiri Energi, dan Mandiri Air Bersih.

Pemerintah Kabupaten Demak pun berharap prestasi yang diraih Desa Banjarsari ini dapat memicu motivasi bagi desa-desa pesisir lainnya di wilayah Kecamatan Sayung untuk terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak demi mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Demak.***

Berita Lainnya

Terkini