Fakultas Ekonomi USM Gandeng RSND Semarang, Perkuat Sinergi Pendidikan Dan Industri Kesehatan

Sekretaris Jurusan DIII Manajemen Perusahaan Fakultas Ekonomi USM, Adhi Widyakto, menyampaikan, kesepakatan USM dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang memiliki dimensi impak yang lebih luas dari sekadar program praktikum mahasiswa.

5 Juni 2026, 09:46 WIB

Semarang – Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) resmi menjalin sinergi strategis dengan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang.

Penandatanganan naskah kerja sama ini dilaksanakan langsung di Gedung RSND Semarang, pada Kamis (04/06/2026) untuk menyelaraskan sektor pendidikan tinggi dengan manajemen industri kesehatan.

Sekretaris Jurusan DIII Manajemen Perusahaan Fakultas Ekonomi USM, Adhi Widyakto, menyampaikan, kesepakatan ini memiliki dimensi impak yang lebih luas dari sekadar program praktikum mahasiswa.

Penandatangan MoU antara RSDN Semarang dengan Fakultas Ekonomi USM oleh Tim Gathering Mitra diwakili oleh Anintyo Sulistyono, Adhi Widyakto dan Adhi Pradibtya/dok.istimewa

Kolaborasi ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan output mahasiswa magang saja.

“Tujuan utama kami adalah menjalankan komitmen utuh dari kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, yang mengintegrasikan pengajaran, riset penelitian, serta pengabdian masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Adhi Widyakto.

Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk terus berkolaborasi menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif.

Selain itu, mampu mencetak lulusan yang siap menjawab tantangan tata kelola instansi kesehatan di masa depan.

Kemitraan ini berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui sejumlah program penguatan akademik, yakni Program Magang: Pembukaan akses praktis bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi USM untuk menimba pengalaman kerja nyata di RSND.

Kemudian, Praktisi Mengajar: Penghadiran tenaga profesional dari manajemen RSND sebagai dosen tamu di lingkungan kampus USM, serta Sektor Pendidikan Lainnya: Sinkronisasi kurikulum, pengadaan seminar bersama, serta program pelatihan berbasis kompetensi industri.***

Berita Lainnya

Terkini