Bank BPD Bali Gelar Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal dan Fasilitasi KUR

12 Oktober 2020, 20:00 WIB

Denpasar – Serangkaian Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal juga
dilaksanakan penyerahan permohonan KUR perwakilan pelaku usaha UMKM pangan
kepada Bank BPD Bali.

“Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali
yang juga didukung Bank BPD Bali tersebut, diisi dengan pameran/display
berbagai produk olahan pangan lokal berbahan produk pertanian non beras,” ujar
Suarta selaku Ketua panitia yang sekaligus juga Kepala Bidang Penganekaragaman
Komsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi
Bali.

Masing-masing kabupaten/kota memamerkan produknya yang disajikan oleh Kelompok
Wanita Tani (KWT) binaan yang adalah UMKM pengolah hasil pangan.

“Hadir pula menyaksikan beberapa pelaku usaha hotel dan restoran, serta
pengusaha pasar modern seperti Tiara, Cocomart dan Asosiasi Pedagang Ritail
(Aprindo) Bali,” sambungnya, Senin (12/10/2020).

Suarta mengharapkan, nantinya produk olahan pangan lokal Bali yang sangat
banyak jenisnya dengan kualitas yang cukup baik, dapat dimanfaatkan dan di
pasarkan oleh hotel, restoran, dan pasar modern.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang
Pemanfaatan dan Pemasaran Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

“Terutama minat sektor pariwisata kepada produk-produk non-beras kita akan
meningkat, yang turut pula meningkatkan kesejahteraan UMKM khususnya di bidang
pangan lokal di Bali,” sambungnya.

Produk olahan banyak diproduksi oleh UMKM skala rumah tangga maupun usaha
mikro dan menengah.

“Diharapkan produk pangan lokal dapat lebih dikenal dan dikonsumsi masyarakat
karena tidak kalah enak, lebih bergizi, lebih sehat dan pasti lebih murah
dibandingkan produk pangan luar yang banyak beredar di pasaran,” tuturnya.

Lalu dilanjutkan Fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank BPD Bali
kepada 100 UMKM pangan lokal Bali.

Ke-100 pelaku usaha UMKM pangan lokal yang dipasilitasi KUR tersebut adalah
KWT pelaksana program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan KWT binaan yang
sebelumnya telah difasilitasi bantuan dana stimulus dan perlu lebih
diberdayakan dengan tambahan modal untuk pengembangan usaha.

Di masa pandemi Covid-19 ini peran UMKM khususnya sebagai penyedia olahan
pangan dirasa sangat diperlukan. Di lain pihak mereka kekurangan modal usaha
yang perlu difasilitasi dengan kredit modal usaha dan dibantu pemasarannya.

Produk-produk olahan pangan lokal yang dipajang saat Gerakan Diversifikasi
Pangan, antara lain aneka olahan dari kacang-kacangan, umbi-umbian,
buah-buahan, olahan daging dan telur, baik dalam bentuk makanan jadi maupun
minuman. (riz)

Artikel Lainnya

Terkini