BIC 2026 Jaring Investasi Unggulan untuk Perkuat Ekonomi Bali

Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan menegaskan  ekonomi Bali tumbuh kuat sebesar 5,82% (yoy) pada 2025, menempati posisi kelima tertinggi secara nasional.

28 April 2026, 05:02 WIB

Denpasar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) menggelar Bali Investment Challenge (BIC) 2026 pada 27 April 2026.

Mengusung tema“Driving Economic Transformation through Investment toward Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan ini bertujuan memetakan dan menjaring proyek investasi unggulan di seluruh kabupaten/kota Bali.

Acara dibuka Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, serta dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah.

Dalam sambutannya, Ronald menegaskan  ekonomi Bali tumbuh kuat sebesar 5,82% (yoy) pada 2025, menempati posisi kelima tertinggi secara nasional. Investasi, menurutnya, menjadi engine of growth dengan kontribusi 27,57% terhadap PDRB.

BIC diharapkan menjadi wadah strategis untuk penjaringan investasi unggulan yang mendukung realisasi investasi,” ujarnya.

Sementara itu, Luh Ayu Aryani menekankan investasi di Bali harus memperhatikan harmoni alam, manusia, dan budaya, bukan sekadar mengejar angka.

Ia menilai kehadiran BIC sangat strategis untuk mendukung pemerataan ekonomi yang selama ini terpusat pada sektor pariwisata.

Fokus investasi juga diarahkan pada energi terbarukan, industri kreatif, pertanian, dan sektor lain yang berpotensi memperkuat transformasi ekonomi Bali.

Aspek clean and clear ditegaskan sebagai syarat penting agar investor merasa aman dan bertanggung jawab.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan capacity building bersama narasumber kompeten.

Dally Ramdhan Sugandria dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia memaparkan skema pembiayaan daerah, termasuk KPDBU sebagai alternatif di tengah keterbatasan fiskal.

Charly Raya dari PT Raya Investama Strategis menjelaskan strategi promosi investasi dan ekspektasi investor, menekankan posisi Bali yang strategis sebagai destinasi global.

Susy M. Napitupulu, Direktur Utama PT Hotel Internasional Sanur Indonesia, berbagi kisah sukses pengembangan proyek di Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Sanur, mulai dari perencanaan hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai tindak lanjut, OPD akan menyampaikan profil proyek investasi kepada PIKBS pada 11 Mei 2026.

Tahapan berikutnya mencakup penetapan proyek potensial, penyusunan katalog investasi, hingga showcasing pada ajang Bali Jagadhita Juni 2026.

Melalui BIC 2026, Bali menargetkan percepatan realisasi investasi yang mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi tangguh dan berkelanjutan. ***

Berita Lainnya

Terkini