Yogyakarta– Pemerintah Kota Yogyakarta baru saja merayakan hari jadinya yang ke-79 pada Senin (8/6/2026).
Dalam upacara yang digelar di Balai Kota, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan ambisi besarnya: menjadikan Yogyakarta sebagai ‘The Little Singapore’.
Namun, jangan salah sangka dulu. Hasto menjelaskan The Little Singapore yang dimaksud bukan berarti menyulap Jogja menjadi pusat industri atau perdagangan raksasa.
Fokus utamanya adalah meniru kedisiplinan, kebersihan, kerapian, serta ketertiban dan keamanan warga Singapura.
“Tidak berlebihan jika saya katakan Yogyakarta bisa menjadi The Little Singapore jika kita semua mampu menjaga keamanan, kebersihan, keindahan, dan ketertiban bersama,” ujar Hasto.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Yogyakarta mengusung gerakan ASRI, yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik (bersih), dan Indah.
Hasto merinci bagaimana keempat poin ini akan dijalankan:
Aman: Melibatkan seluruh elemen, mulai dari kepolisian, TNI, hingga warga lokal (Jaga Warga) untuk memastikan lingkungan tetap kondusif.
Sehat: Tidak hanya soal fisik warga, tapi juga memastikan birokrasi pemerintahan bersih dari korupsi dan kolusi.
Resik: Menjaga kebersihan lingkungan serta menanamkan kedisiplinan dan transparansi dalam bekerja.
Indah: Mempercantik kota melalui penataan taman, pembersihan sungai, dan menjaga karakter Yogyakarta sebagai kota budaya.
Gerakan ini bukan sekadar slogan. Hasto menyebutkan, setiap Jumat, sekitar 4.500 ASN turun langsung ke 150 titik di seluruh penjuru kota untuk kerja bakti melalui program KORVE (Korps Sukarela).
Selain itu, semangat gotong royong warga juga terus dipupuk lewat program bedah rumah yang rutin dilakukan setiap akhir pekan.
Di tengah upaya pembangunan fisik dan tata kelola, Hasto juga menyoroti pentingnya rekonstruksi sosial, terutama setelah maraknya kasus kejahatan jalanan yang melibatkan remaja.
Sebagai langkah pembinaan karakter, Pemkot Yogyakarta berencana menggelar pengajian akbar bersama Gus Iqdam pada 14 Juni mendatang.
Hasto berharap, melalui kolaborasi semua pihak dan semangat Gandeng Gendong, masyarakat bisa bekerja sama menjaga Jogja agar tetap menjadi kota yang nyaman dan istimewa bagi siapa saja.
“Mari kita mantapkan langkah mewujudkan Yogyakarta yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Mari terus bergandeng tangan untuk hari ini dan masa depan,” tutup Hasto. ***

