Mahasiswa Bali Kini Jadi ‘Agen Perubahan’ untuk Melek Finansial

Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menjelaskan mahasiswa menjadi agent of change atau agen perubahan yang bisa membantu menyebarkan informasi keuangan yang benar kepada masyarakat luas.

8 Juni 2026, 07:58 WIB

Denpasar – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Perwakilan II Surabaya baru saja menyambangi Universitas Ngurah Rai, Denpasar, untuk menggelar kegiatan edukasi LPS Goes To Campus.

Langkah ini diambil sebagai upaya konkret meningkatkan literasi keuangan bagi generasi muda di Pulau Dewata.

Mengapa mahasiswa menjadi sasaran utama? Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menjelaskan mahasiswa tidak hanya sebagai peserta didik, melainkan agent of change atau agen perubahan yang bisa membantu menyebarkan informasi keuangan yang benar kepada masyarakat luas.

Apalagi, tantangan literasi saat ini kian besar seiring dengan menjamurnya penawaran investasi ilegal di media sosial.

“Mahasiswa punya peran strategis untuk membantu kami memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat,” ujar Bambang di sela acara yang dihadiri sekitar 300 mahasiswa tersebut, Jumat (5/6/2026).

Dalam kegiatan ini, LPS tidak sendirian. Mereka menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali serta Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Bali.

Kehadiran para otoritas ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya memilih produk keuangan yang aman, legal, dan rasional.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) OJK Provinsi Bali, Irhamsah, menekankan di era digital yang serba cepat ini, kemampuan membedakan investasi legal dan bodong adalah skill wajib bagi anak muda.

OJK tidak hanya mengawasi, tapi juga wajib melindungi konsumen.

“Salah satu cara terbaik melindungi masyarakat adalah dengan memperkuat literasi sejak di bangku kuliah,” tegasnya.

Pihak universitas pun menyambut hangat inisiatif ini. Rektor Universitas Ngurah Rai, Ni Putu Tirka Widanti, menilai kehadiran langsung praktisi dari sektor keuangan sangat membantu mahasiswa menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di industri keuangan.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya melek keuangan untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari jebakan investasi ilegal yang merugikan. ***

Berita Lainnya

Terkini