Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Pengadaan Beras Perum BULOG Tembus 4,1 Juta Ton

Perum BULOG Kantor Wilayah Bali turut mencatatkan lonjakan signifikan. Per 7 Oktober 2026, penyerapan beras di Bali mencapai 7.218 ton setara beras atau 190,61 persen dari target wilayah sebesar 3.786 ton.

10 Oktober 2026, 06:53 WIB

Denpasar– Perum BULOG mengukir sejarah baru dalam tata kelola pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan beras untuk Public Service Obligation (PSO) berhasil menembus angka 4.115.014 ton setara beras.

Capaian ini melampaui target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton, atau merealisasikan 102,88 persen target sebelum tahun anggaran 2026 berakhir.

Pencapaian ini resmi menjadi rekor pengadaan tertinggi sepanjang berdirinya BULOG, mengalahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada tahun 2012 sebesar 3,65 juta ton serta capaian tahun 2025 yang berada di angka 3,19 juta ton.

Keberhasilan di tingkat nasional ini sejalan dengan kinerja impresif di tingkat daerah.

Perum BULOG Kantor Wilayah Bali turut mencatatkan lonjakan signifikan. Per 7 Oktober 2026, penyerapan beras di Bali mencapai 7.218 ton setara beras atau 190,61 persen dari target wilayah sebesar 3.786 ton.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakapu, menegaskan rekor ini merupakan buah dari optimalisasi jaringan pembelian di tingkat produksi, kesiapan pergudangan, hingga percepatan penyerapan saat masa panen raya.

Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras dan dedikasi insan BULOG yang turun langsung ke lapangan mendampingi petani.

“Keberhasilan melampaui target ini menjadi bukti bahwa amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” ujar Simon Melkisedek Lakapu dalam keterangannya di Denpasar, Kamis (9/10/2026).

Simon menambahkan, efektivitas penyerapan hasil panen petani lokal ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas instansi dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.

Pihaknya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Presiden kepada BULOG, serta dukungan Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, para petani, penyuluh, hingga mitra kerja.

“Capaian ini menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberi manfaat bagi petani dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.

Rekor pengadaan ini sekaligus menjadi kado bagi momentum dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan ketersediaan stok yang kokoh di tingkat hulu, Pemerintah memiliki fondasi yang kuat dalam menjalankan tiga pilar ketahanan pangan: menjaga ketersediaan, mengendalikan stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Hingga akhir tahun 2026, Perum BULOG berkomitmen untuk terus menjaga momentum penyerapan gabah dan beras petani guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.***

Berita Lainnya

Terkini