Dubes Slowakia Apresiasi Regulasi Bali Berbasis Energi Bersih

5 Desember 2020, 07:09 WIB

Dubes Slovakia melakukan audiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster di
Jayasabha, Denpasar/ist

Denpasar – Regulasi tentang Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 tentang
Bali Energi Bersih mendapat apresiasi Duta Besar Republik Slowakia di Jakarta,
Jaroslav Chlebo.

Apresiasi tu disampaikan saat Dubes Slovakia melakukan audiensi dengan
Gubernur Bali, Wayan Koster, di Jayasabha, Denpasar, Jumat 4 Desember 2020.

“Saya dalam strategi membangun Bali fokus pada membangun ekosistem alamnya,
manusia, dan kebudayaannya, karena Bali ini menjadi daya tarik wisatawan
domestik dan mancanegara,” kata Gubernur Koster yang pernah menjadi Anggota
DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Guna menjaga keharmonisan alam Bali beserta isinya, Wayan Koster dihadapan
Duta Besar Republik Slowakia di Jakarta, Jaroslav Chlebo menegaskan bahwa di
Bali saat ini telah ada Peraturan Gubernur Bali No.97 Tahun 2018 tentang
Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dan Peraturan Gubernur Bali
Nomor 48 tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis
Baterai sebagai upaya untuk mewujudkan Pulau Bali bersih dari polusi.

Selain itu, program pembangkit listrik berbasis energi bersih juga sedang
upayakan dibangun di Bali.

Dengan demikian, tidak hanya alam Bali yang akan bersih, namun para wisatawan
juga akan merasakan nyaman ke Bali. Sejak tahun 2019, Bali sudah mendapatkan
respon yang baik dari berbagai negara, sehingga kunjungan wisatawan dunia di
tahun 2019 meningkat 20 persen lebih.

“Pada tahun 2020, kunjungan wisatawan ke Bali terganggu karena terjadi
Covid-19 dan ditambah dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat yang melarang
orang asing berkunjung ke Indonesia, akibatnya pariwisata Bali terpuruk, serta
perekonomian di Bali terganggu,” jelas Koster.

Duta Besar Republik Slowakia di Jakarta, Jaroslav Chlebo saat didampingi oleh
Konsul Kehormatan Republik Slowakia, Dr. Jurgen Schreiber lebih lanjut
mengatakan bahwa pihaknya memiliki ketertarikan untuk bekerjasama di Bali,
khususnya di bidang motor listrik dalam upaya mendukung Penggunaan Kendaraan
Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Kaitan dengan investasi, kami pada prinsipnya di dalam membangun Bali akan
selalu menggunakan kekuatan sumber daya lokal, dan bisa bersinergi dengan
mitra luar sepanjang investasinya sesuai dengan kebutuhan dan prioritas
pembangunan di Bali,” jawab Koster.

Pulau Dewata memiliki berbagai industri seperti Industri Pengolahan Pertanian,
Industri Kerajinan Rakyat, dan akan beranjak menuju Industri Kendaraan Ramah
Lingkungan, hingga investasi dibidang energi bersih.(rhm)

Artikel Lainnya

Terkini