Jangan Salah Pilih!Lukman Hakim Beri Kriteria ‘Harga Mati’ Presidium KAHMI Bali

Koordinator Steering Committee (SC) Muswil VII MW KAHMI Bali, Lukman Hakim, menekankan, musyawarah ini harus dijalankan dalam suasana yang produktif dan menggembirakan

13 Juni 2026, 07:05 WIB

Denpasar– Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Majelis Wilayah (MW) KAHMI Bali tahun 2026–2031 kini menjadi sorotan penting bagi seluruh keluarga besar alumni HMI di Pulau Dewata.

Tak sekadar ajang rutin lima tahunan untuk memilih kepengurusan baru, agenda ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengevaluasi diri sekaligus mempererat tali silaturahim.

Koordinator Steering Committee (SC) Muswil VII MW KAHMI Bali, Lukman Hakim, menekankan, musyawarah ini harus dijalankan dalam suasana yang produktif dan menggembirakan.

Baginya, perbedaan pendapat dalam organisasi adalah hal yang lumrah dan justru menjadi bumbu demokrasi, selama semuanya bermuara pada semangat persatuan.

Muswil ini harus menjadi ruang yang menyenangkan dan penuh nuansa kekeluargaan.

“Perbedaan pilihan itu wajar, namun semangat kita tetap satu: memajukan KAHMI Bali,” ujar Lukman dalam keterangannya.

Lukman berharap, Muswil VII nanti mampu melahirkan pemimpin yang visioner, kolaboratif, dan amanah.

Sosok yang terpilih diharapkan mampu membawa KAHMI Bali menjadi organisasi yang mandiri serta memiliki daya tawar yang kuat dalam aspek sosial, pendidikan, hingga ekonomi di daerah.

Ke depannya, KAHMI Bali diharapkan dapat bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan berbagai elemen bangsa.

Dengan jejaring alumni yang luas dan berpengalaman, KAHMI Bali ingin lebih aktif terlibat dalam memberikan solusi nyata bagi pembangunan Bali yang harmonis dan berkelanjutan.

Menutup pesannya, Lukman mengajak seluruh kader untuk menjadikan momen Muswil sebagai ajang adu ide dan pengabdian, bukan ajang untuk saling menjatuhkan.

Ia menegaskan tujuan utama dari setiap proses ini adalah kemaslahatan umat dan kemajuan organisasi.

“Mari kita bersaing dengan gagasan, namun tetap bersanding dalam persaudaraan. Kepentingan kita bukan untuk kelompok atau pribadi, melainkan untuk KAHMI Bali yang mandiri, berpengaruh, dan berkemajuan,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

Terkini