Denpasar – Perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Bali hari ini, Sabtu (13/6/2026), resmi diramaikan oleh 12 kandidat yang siap memperebutkan kursi presidium.
Hingga batas akhir pendaftaran, antusiasme para alumni terlihat cukup tinggi.
Menariknya, persaingan kali ini merupakan perpaduan antara wajah lama dan baru. Seluruh petahana Majelis Wilayah (MW) KAHMI Bali periode 2020-2025 dipastikan kembali maju untuk mempertahankan posisinya.
Mereka adalah Umar Ibnu Al-Khatab, Muhammad Ridwan, Azizudin, Habib S. Prayoga, dan Ali Fauzi.
Tak kalah kompetitif, tujuh figur lainnya yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota aktif KAHMI hingga pengurus Majelis Daerah (MD), turut meramaikan bursa pemilihan.
Mereka adalah Achmad Baidowi, Ruslan, Ibnu Hajar, Eko Rahman H, Roby Awardana, Fachrudin Piliang, dan Eka Hasibuan.
Ramainya kandidat yang mendaftar memunculkan optimisme baru di kalangan alumni.
Muswil kali ini diharapkan bukan sekadar ajang rutin lima tahunan untuk pergantian jabatan, melainkan momentum krusial bagi KAHMI untuk menjawab tantangan kebangsaan dan keumatan yang semakin kompleks.
Publik, khususnya para kader HMI, menanti keteladanan serta visi tajam dari para calon dalam menjaga marwah organisasi dan keberlanjutan kaderisasi warisan pendiri HMI, Lafran Pane.
Namun, di balik optimisme tersebut, kritikan tajam juga hadir sebagai pengingat.
Salah satu alumni, Fery Fadli, melontarkan refleksi kritis terkait arah gerak KAHMI ke depan.
Ia menyoroti minimnya ruang adu visi-misi yang substantif di kalangan kandidat, yang menurutnya seringkali hanya terjebak pada slogan kampanye.
Fery juga menyoroti perlunya pembenahan serius dalam proses perkaderan HMI yang dinilai masih tertatih, serta lemahnya sinergitas baik di internal maupun dengan pihak eksternal KAHMI Bali.
Bagi Fery, Muswil ini menjadi ujian apakah KAHMI mampu berbenah atau justru terjebak dalam rutinitas administratif semata.
Terlepas dari dinamika dan perdebatan yang ada, Muswil KAHMI Bali kini telah bergulir.
Publik tentu menaruh harapan agar siapa pun yang terpilih nanti, mampu membawa organisasi ini melangkah lebih progresif, solutif, dan tetap relevan dengan zaman. Selamat bermusyawarah bagi seluruh keluarga besar KAHMI Bali. ***

