Abdullah Puteh Tekankan KAHMI Harus Adaptif dan Inovatif Hadapi Disrupsi Zaman

Korpres MN KAHMI Abdullah Puteh menyatakan Muswil sebagai ruang strategis untuk refleksi dan memproyeksikan peran KAHMI agar tetap relevan di tengah berbagai tantangan global dan nasional.

13 Juni 2026, 12:44 WIB

Denpasar– Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Bali resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VII di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Sabtu (13/6/2026).

Forum ini menjadi titik balik penting bagi KAHMI Bali untuk memperkuat konsolidasi dan merancang arah gerak organisasi ke depan.

Koordinator Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI, Prof. Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si., yang hadir langsung menegaskan, Muswil bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan.

Menurutnya, forum ini adalah ruang strategis untuk refleksi dan memproyeksikan peran KAHMI agar tetap relevan di tengah berbagai tantangan global dan nasional.

KAHMI tidak boleh terjebak pada romantisme masa lalu. Kita harus menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman, baik itu disrupsi teknologi maupun dinamika ekonomi global,” ujar Abdullah Puteh di hadapan para peserta Muswil.

Mengusung tema ‘Memperkuat Konsolidasi KAHMI Bali, Membangun Sinergi yang Harmoni dan Berkelanjutan,’  Abdullah Puteh menilai tema tersebut sangat tepat dengan kondisi saat ini.

Mantan Gubernur Aceh itu mendorong agar KAHMI Bali tidak hanya besar secara jumlah anggota, tetapi juga solid dalam visi dan kolaboratif dalam gerakan.

Dalam arahannya, ia menitipkan empat poin penting untuk dibahas dalam Muswil.

Pertama, memperkuat internal organisasi melalui komunikasi yang sehat dan semangat kolektif. Kedua, memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, hingga dunia usaha untuk akselerasi pembangunan di Bali.

“Ketiga, kita harus fokus pada penguatan kaderisasi agar alumni muda KAHMI terus berkiprah di sektor strategis. Terakhir, saya berharap lahir program-program yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar seremonial,” tambahnya.

Abdullah Puteh juga memberikan apresiasi khusus terhadap semangat kebersamaan yang ditunjukkan KAHMI Bali.

Ia menyebut, Bali merupakan miniatur Indonesia yang kaya akan harmoni, sehingga KAHMI di wilayah ini memiliki posisi strategis sebagai perekat persaudaraan dan jembatan dialog.

“Saya percaya, dengan komitmen kuat, KAHMI Bali akan semakin maju dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan peradaban,” pungkasnya menutup sambutan.

Muswil VII KAHMI Bali ini diharapkan dapat berjalan dengan demokratis dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang mampu membawa organisasi lebih inklusif, toleran, dan produktif bagi umat dan bangsa. ***

Berita Lainnya

Terkini